Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pintu tol Jasa Marga. Foto ilustrasi: DAVID GITA ROSA

Pintu tol Jasa Marga. Foto ilustrasi: DAVID GITA ROSA

Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

Senin, 9 September 2019 | 07:50 WIB

SAMARINDA, investor.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung penuh rencana pemindahan ibu kota Negara dari DKI Jakarta ke wilayah dua kabupaten di Propinsi Kalimantan Timur, Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.

Salah satu jalan tol yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, akan melintasi Kecamatan Samboja, Kukar yang hingga awal September 2019 ini hampir rampung 100%.

Dalam kunjungannya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyatakan bahwa jalan tol ini dapat segera digunakan pada akhir Oktober 2019.

“Saat ini progress konstruksi seluruhnya telah mencapai 97%. Kami optimistis untuk Seksi II hingga Seksi IV Palaran dapat dioperasikan secara fungsional akhir Oktober ini. Sementara itu, Seksi V dan I yang merupakan dukungan konstruksi Pemerintah masih ada beberapa yang harus dikejar dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019,” jelas Danang kepada media di area seksi IV Palaran, Samarinda, Minggu, seperti dilansir Antara.

Jalan tol Balikpapan-Samarinda memiliki total panjang 99,350 Km terdiri dari 5 seksi, yaitu Seksi V ruas Balikpapan (Km 13) – Sepinggan (11,500 Km), Seski I ruas Balikpapan (Km 13) – Samboja (22,025 Km), Seksi II ruas Samboja-Muara Jawa (30,975 Km), Seksi III Muara Jawa-Palaran (17,300 Km), dan seksi IV Palaran- Samarinda (17,550 Km).

Jalan tol yang memiliki investasi sebesar Rp 9,8 triliun ini merupakan salah satu Proyek Strategis nasional (PSN), di mana dari lima seksi jalan tol, Pemerintah memberikan dukungan konstruksi di Seksi V dan Seksi I dengan total panjang 33,115 Km yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol tersebut.

Sementara untuk Seksi II hingga Seksi IV sepanjang 66,235 Km, pembangunannya menggunakan dana dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS).

Turut mendampingi Danang, Dirut Jasa Marga Desi Arryani juga menyoroti percepatan penyelesaian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda mengingat jalan tol pertama di Pulau Kamlimantan ini pasti menjadi cikal bakal pembangunan infrastruktur lainnya untuk mengembangkan suatu kawasan ekonomi terpadu.

“Salah satunya, jalan tol ini akan terhubung langsung Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaieman, Sepinggan, 11 Km dari Balikpapan. Dapat diproyeksikan juga jalan tol ini akan mendapatkan bangkitan lalu lintas berperan sebagai penghubung ibu kota Negara dengan dua daerah utama lainnya yaitu Balikpapan dan Samarinda,” ujar Desi.

Dirut PT JBS STH Saragi optimistis dapat memenuhi target jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda per harinya.

“Saat ini kami menargetkan sekitar 10.000 kendaraan dapat melewati jalan tol ini setiap harinya. Kami optimistis angka tersebut dapat tercapai, bahkan lebih dari itu karena Samboja sebagai daerah yang dilewati jalan tol ini telah resmi wilayahnya menjadi bagian dari ibu kota Negara yang baru,” katanya.

Diharapkan rampungnya pengerjaan jalan tol Balikpapan-Samarinda ini dapat menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota Negara baru, serta turut mendukung percepatan distribusi barang dan jasa antara dua kota tersebut yang dapat memangkas waktu perjalanan non jalan tol yang sebelumnya mencapai 3-4 jam menjadi hanya 1 jam. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA