Menu
Sign in
@ Contact
Search
Japan Credit Rating

Japan Credit Rating

JCR Pertahankan Peringkat Investment Grade Indonesia

Kamis, 28 Juli 2022 | 10:45 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Lembaga pemeringkat Japan Credit Rating Agency Ltd (JCR) kembali mempertahankan sovereign credit rating atau peringkat utang Indonesia di BBB+ (investment grade) dengan outlook stabil, Rabu (27/7/2022).

Keputusan ini diambil JCR setelah mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat seiring permintaan domestik yang membaik, utang pemerintah yang terkendali, dan daya tahan eksternal yang didukung oleh akumulasi cadangan devisa.

JCR memperkirakan, utang pemerintah akan menurun secara gradual seiring perbaikan postur fiskal yang didukung oleh peningkatan penerimaan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik dan harga komoditas yang meningkat.

Meski demikian, di sisi lain, JCR juga mencermati tantangan yang berasal dari ketergantungan perekonomian Indonesia pada komoditas sumber daya alam yang masih tinggi dan penerimaan pemerintah yang rendah.

Menanggapi keputusan JCR tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, afirmasi rating Indonesia pada peringkat BBB+ dengan outlook stabil menunjukkan bahwa pemangku kepentingan internasional tetap memiliki keyakinan yang kuat atas terjaganya stabilitas makroekonomi dan prospek ekonomi jangka menengah Indonesia, di tengah risiko dampak dari perlambatan ekonomi global terhadap pertumbuhan ekonomi domestik.

Hal ini, lanjut Perry, didukung oleh kredibilitas kebijakan yang tinggi serta sinergi bauran kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah. “Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan keuangan global dan domestik, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan stabilitas makroekonomi dan stabilitas keuangan, termasuk penyesuaian lebih lanjut stance kebijakan bila diperlukan, serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/7/2022).

JCR memandang, momentum pemulihan ekonomi Indonesia akan  berlanjut. Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh melampaui 5% pada 2022, terutama didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan ekspor, yang didorong oleh kenaikan harga komoditas. Dari sisi fiskal, pada April 2022, pemerintah telah menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan penerimaan dan memperbaiki postur fiskal.

Kebijakan tersebut, menurut JCR, diharapkan dapat mendukung tercapainya komitmen untuk menurunkan defisit fiskal menjadi di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2023. Selain itu, peningkatan penerimaan Pemerintah juga didorong oleh  ekspansi ekonomi dan kenaikan harga komoditas. JCR memproyeksikan defisit fiskal akan mencapai 4,0% dari PDB pada 2022 dan kembali menurun pada 2023.

Dari sisi eksternal, JCR memperkirakan, surplus transaksi berjalan akan terus berlanjut pada 2022, didukung oleh kenaikan harga komoditas dalam jangka pendek. Ke depan, aliran masuk investasi langsung diperkirakan berlanjut didorong oleh perbaikan iklim investasi. Daya tahan ekonomi Indonesia terhadap tekanan eksternal juga tetap kuat didukung cadangan devisa yang setara dengan 6,6 bulan impor

JCR sebelumnya mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB+ dengan outlook stabil (dua tingkat di atas level terendah investment grade) pada 22 Desember 2020.


 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com