Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Kemenhub.

Logo Kemenhub.

Jelang Nataru, Kemenhub Mulai Uji Kelaikan Kapal

Jumat, 15 November 2019 | 15:39 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan pemeriksaan kelaikan kapal penumpang menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020. Pemeriksaan berlangsung selama 11 November - 16 Desember 2019 dan seluruh kapal wajib memenuhi standar selambat-lambatnya pada 23 Desember 2019.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo menjelaskan, sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mempersiapkan penyelenggaraan angkutan laut Nataru dan melaksanakan uji kelaiklautan kapal penumpang yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

Arahan tersebut tertuang dalam Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK. 211/II/7/DJPL/2019 tanggal 11 November 2019 tentang Pemeriksan Kelaiklautan Kapal Penumpang Dalam Rangka Angkutan Laut Natal Tahun 2019 dan Tahun Baru 2020.

"Selama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, seluruh jajaran unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut harus tetap menjadikan keselamatan dan keamanan pelayaran menjadi prioritas utama. Seluruh UPT juga sudah diinstruksikan untuk segera melaporkan kesiapan sarana angkutan laut,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (15/11).

Lebih rinci, Agus mengatakan, dalan instruksi yang diterbitkan, dia memerintahkan jajarannya untuk segera melaksanakan uji kelaiklautan kapal penumpang mulai 11 November - 16 Desember 2019 di wilayah kerja masing-masing.

Dia menegaskan, jika dalam pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang ditemukan ketidaksesuaian mayor, maka harus dapat diperbaiki dan dipenuhi paling lambat 23 Desember 2019. Jika pada tanggal yang ditentukan kesesuaian belum dipenuhi, maka kapal tidak dapat beroperasi sampai dipenuhinya kelaiklautan kapal.

"Selain itu, tiap-tiap kantor UPT juga wajib melakukan pengawasan secara terus-menerus terhadap kapal penumpang sampai dengan batas akhir posko angkutan laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020," imbuh Agus.

Bagi para kantor UPT yang tidak melayani kegiatan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Agus tetap memerintahkan, untuk menyampaikan laporan.

"Untuk itu, seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terutama para kepala UPT di seluruh wilayah Indonesia harus melaksanakan instruksi dengan penuh tanggung jawab sehingga penyelenggaraan angkutan laut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 akan terlaksana dengan baik dan lancar,” papar Agus.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN