Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Jembatan Teluk Kendari. (Foto: Kementerian PUPR)

Proyek Jembatan Teluk Kendari. (Foto: Kementerian PUPR)

Jembatan Teluk Kendari akan Hubungkan Kota Lama dan Poasia

Kamis, 26 Maret 2020 | 13:49 WIB

JAKARTA, investor.id -- Progres konstruksi pembangunan Jembatan Teluk Kendari telah mencapai 85,1% secara keseluruhan. Jembatan berbiaya Rp 809 miliar ini akan menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Menurut Menteri Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, konektivitas antarwilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien.

Konektivitas yang lancar dinilainya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

"Pembangunan infrastruktur jembatan, flyover, dan underpas akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping memberikan alternatif bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian," ucap Basuki dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Kamis (26/3).

Di samping itu, tujuan Jembatan Teluk Kendari juga untuk mendukung konektivitas pengembangan wilayah selatan Kota Kendari yakni di Poasia dan Pulau Bungkutoko sebagai kawasan industri, Pelabuhan Kendari New Port dan kawasan permukiman baru.

Pemerintah telah mencanangkan pembangunan kawasan pelabuhan di Pulau Bungkutoko sebagai bagian pengembangan Kota Kendari dengan mendirikan Pelabuhan New Port Bungkutoko seluas 66 hektare (ha).

Kawasan pelabuhan tersebut merupakan pindahan dari pelabuhan lama di kawasan Kota Lama. Pelabuhan Bungkutoko diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi komoditi dari dan keluar Kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara dengan rencana pembangunan kawasan industri penunjang seluas 26 ha.

Rencananya, di area pelabuhan tersebut juga dibangun terminal antarmoda (20 ha), terminal multipurpose (32 ha), terminal penumpang (23 ha), dan tracking mangrove (24 ha).

Basuki menyatakan, selain mendukung aksesibilitas pelabuhan baru, Jembatan Teluk Kendari juga akan meningkatkan konektivitas jalan nasional dan jalan lingkar luar (Outer Ring Road) Kota Kendari.

Berdasarkan road map, panjang pembangunan jalan lingkar luar sekitar 40 km akan menghubungkan Kota Kendari dengan Kabupaten Konawe. Jembatan ini dibangun Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga. Konsorsium kontraktor PT PP dan PT Nindya Karya dengan biaya APBN sebesar Rp 809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2015-2020.

Adapun pengerjaan konstruksinya terdiri atas pembangunan jalan pendekat atau oprit (602,5 m), approach span (357,7 m), side span (180 m), bentang utama atau main span (200 m).

Jembatan dengan tipe cable stayed ini memiliki lebar 20 meter dengan empat lajur dan median serta trotoar. Hingga 10 Maret 2020, progres konstruksi keseluruhan mencapai 85,1%.

Sebelum ada jembatan tersebut, masyarakat setempat harus menyeberangi Teluk Kendari menggunakan kapal ferry atau memutari teluk sejauh 20 km dengan waktu tempuh 30-35 menit. Namun melalui Jembatan Teluk Kendari ini, jarak pun semakin dekat dan waktu tempuh yang dibutuhkan hanya sekitar 5 menit. (c01)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN