Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelabuhan JICT Tanjung Priok. Foto ilustrasi: IST

Pelabuhan JICT Tanjung Priok. Foto ilustrasi: IST

JICT Targetkan Layani 2,1 Juta TEUs Peti Kemas

Rabu, 16 Juni 2021 | 17:04 WIB
Thresa Desfika

JAKARTA, Investor.id - PT Jakarta International Container Terminal (JICT) menargetkan melayani arus peti kemas 2,1 juta twenty foot equivalent units (TEUs) pada tahun ini atau naik 16% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,8 juta TEUs.

Direktur Utama PT JICT Ade Hartono mengungkapkan, tahun lalu, saat pandemi Covid-19 baru melanda, JICT tetap melayani 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan catatan melayani peti kemas 1,8 juta TEUs.

Alhamdulillah tahun lalu 1,8 juta TEUs dan tahun ini perekonomian makro membaik dan diharapkan bisa kembali sebelum masa Covid-19. Kami targetkan tahun ini 2,1 juta TEUs," kata Ade di Jakarta, Rabu (16/6).

Ade menjelaskan, JICT sebenarnya siap dengan kapasitas 2,8 juta TEUs per tahun. Hal itu ditunjang penerapan operasional yang efektif dan efisien serta dilengkapi sistem yang mutakhir.

"Pada bulan Mei 2021 arus peti kemas di JICT tercatat 807,239 TEUs. Hingga akhir tahun lalu, JICT merupakan pemegang 42% market share di seluruh terminal peti kemas internasional di Tanjung Priok," ungkap Ade.

Dia mengatakan, sebagai upaya untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas, JICT memakai sistem yang canggih dan terintegrasi, yaitu NGen. Sebagai bagian dari Hutchison Port, NGen dipakai di semua pelabuhan Hutchison Port Holding (HPH) di seluruh dunia. Sistem ini memungkinkan dilakukan remote atau ROC sehingga apabila terjadi masalah manpower di suatu pelabuhan, bisa di-backup dari pelabuhan HPH yang lain.

“Layanan pelabuhan yang efisien merupakan salah satu kunci daya saing ekonomi. Karena itu, JICT terus berusaha mengoptimalkan layanan berbasis pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan didukung SDM terbaik," jelas Ade.

Dia juga menyebutkan, JICT adalah terminal peti kemas pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi ISPS Code di Indonesia. Itu berarti JICT dipercaya oleh internasional sebagai tempat bersandar kapal-kapal luar negeri karena aman.

Editor : Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN