Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Jokowi: 2045, Indonesia Jadi Negara Maju

Nasori, Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:02 WIB

JAKARTA, invertor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeyakinan, pada 2045 Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah dan menjadi negara maju dengan pendapatan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan.

"Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya, insya Allah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju.... Itulah target kita," ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato pada Sidang Paripurna MPR RI dalam Rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Priode 2019-2024, di Gedung MPR, Minggu (20/10).

Jokowi menyatakan, pemerintah juga menargetkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2045 mencapai US$ 7 triliun sehingga Indonesia sudah masuk lima besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

"Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai," ucap Jokowi.

Namun, lanjut dia, semua itu tidak datang otomatis dan tidak datang dengan mudah, melainkan harus disertai kerja keras. "Dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif,"

Dalam dunia yang penuh risiko, sangat dinamis, dan kompetitif, Jokowi menambahkan, Indonesia harus terus mengembangkan cara-cara baru dan nilai-nilai baru. "Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton," tandas dia.

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA