Menu
Sign in
@ Contact
Search
Joko Widodo

Joko Widodo

Jokowi: 60% Mobil Listrik Dunia Akan Bergantung Baterai Indonesia

Jumat, 2 Des 2022 | 21:47 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, 60% mobil listrik dunia akan bergantung kepada baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) Indonesia. Sehingga, ke depan baterai mobil listrik bisa menjadi kekuatan besar ekonomi Indonesia, seperti chip yang sekarang menjadi kekuatan ekonomi Taiwan.

EV battery kita, 60% dari pangsa pasar yang ada di dunia. Inilah kekuatan besar kita nanti seperti tadi komponen digital, seperti tadi chip (di Taiwan),” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara pertemuan CEO di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/11/2022).

Agar bisa mencapai kekuatan ekonomi tersebut, menurut dia, keterbuaan ekonomi Indonesia terhadap ekonomi global harus betul-betul didesain secara konsisten. Indonesia tidak boleh bernasib seperti negara Amerika Latin karena salah mengartikan keterbuaan sehingga terus menjadi negara berkembang.

Menurut Jokowi, meski negara-negara Amerika Latin membuka lebar-lebar pintu mereka bagi investor bertahun-tahun, namun tidak terjadi transfer teknologi. Sehingga, alih-alih menciptakan ketergantungan bagi negara lain terhadap mereka, yang terjadi justru sebaliknya.

Advertisement

Akibatnya, kata Jokowi, meski telah membuka ekonominya lebih dari 50, 60, bahkan 70 tahun, mereka hingga kini tetap menjadi negara berkembang “Saya ikuti ini ada apa, ada problem apa di sini. Problemnya, mengartikan keterbukaan itu membuka seluas-luasnya untuk investor. Ini benar, ini betul tapi hati-hati,” jelas Presiden.

Menurut Jokowi hal yang berbeda dilakukan oleh negara seperti Taiwan dan Korea Selatan. Kedua negara ini membuat keterbukaan dengan desain yang konsisten sehingga membuat negara lain bergantung kepada mereka.

“Saya berikan contoh saja, Taiwan. Kenapa sih Taiwan begitu bisa meloncat? Ini hanya satu contoh saja, mereka membuat chip. Fokus, strategis, dan kompetitif hanya di situ. Dan, semua tergantung pada produk ini. Hanya satu produk, belum produk-produk yang lain,” papar dia.

Sementara perekonomian Korea Selatan melejit salah satunya karena negara itu membuat komponen-komponen digital sehingga perusahaan-perusahaan besar di Amerika tergantung pada Negeri Gingseng itu. “Saya tanya, saya sering tanya, ‘Kenapa sih Korea melakukan itu?’ Saya tanya langsung ke presidennya saat itu, ‘Kenapa?’ ucap Presiden.

Menurut Presiden, model keterbukaan ekonomi seperti Taiwan dan Korea Selatan itu yang akan dibangun oleh pemerintah melalui satu ekosistem dulu yaitu ekosistem mobil listrik. “Kalau ini jadi, percaya saya, perkiraan saya 2026-2027 kita sudah kelihatan, lompatan ini akan kelihatan,” tutur Presiden.

Pada periode itu, kata dia, investor akan berbondong-bondong masuk industri otomotif, baik itu sepeda motor listrik maupun mobil listrik itu. Sehingga kedua produk itu akan menggantikan lebih dari 50% dari demand dari pasar yang ada. Inilah yang harus kita tangkap,” pungkas Presiden.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com