Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Presiden Joko Widodo. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Jokowi akan "Gigit" Pengganggu Program Biodiesel

Primus Dorimulu, Jumat, 29 November 2019 | 13:11 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap bahwa dirinya mengetahui pihak-pihak yang diuntungkan oleh impor minyak dan gas dan mengatakan tidak akan segan “mengganggu” atau bahkan “menggigit” mereka demi menyehatkan neraca perdagangan dan neraca berjalan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membahas neraca perdagangan dan upaya pemerintah menggenjot ekspor dan menekan impor, dalam ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (28/11/2019) malam.

“Kita tahu yang banyak kita ekspor adalah bahan-bahan mentah, raw material, seperti timah, nikel, bauksit, batubara. Padahal ini kalau diolah dalam turunan menjadi barang setengah jadi akan meningkatkan nilai tambah yang luar biasa,” kata Presiden.

“Kenapa lama tidak kita lakukan? Karena kita senang impor. Ada yang senang impor dan tidak mau diganggu impornya, baik yang minyak, baik yang LPG. Ini yang mau saya ganggu.”

Presiden mengatakan pemerintah menjalankan program sangat penting untuk menekan impor migas, salah satunya pencampuran biodiesel sebanyak 20% (B-20), dan akan dilanjutkan ke B-30 tahun depan, lalu B-50.

Presiden memperingatkan pihak-pihak yang "suka impor" migas itu agar sama sekali tidak mengganggu program pemerintah tersebut.

“Saya tahu yang impor siapa sekarang. Dan saya sudah sampaikan kalau mengganggu acara B-20, acara B-30, hati-hati pasti akan saya gigit orang itu,” ujar Presiden dengan nada bercanda.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN