Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi mengatakan hal itu saat meresmikan pembukaan Pameran UMKM Export BRIlianpreneur 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (20/12).  Sumber: kemendag.go.id

Presiden Jokowi mengatakan hal itu saat meresmikan pembukaan Pameran UMKM Export BRIlianpreneur 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (20/12). Sumber: kemendag.go.id

Jokowi akan Jemput Investasi  US$ 18,8 Miliar ke UEA

Rabu, 8 Januari 2020 | 09:37 WIB
Truyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat dijadwalkan mengunjungi Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), untuk melakukan pertemuan bilateral tingkat tinggi yang berfokus pada kerja sama investasi bidang energi. Nilai dari kerja sama investasi itu diperkirakan mencapai US$ 18,8 miliar.

Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis mengatakan, meski nilai proyek investasi yang dikerjasamakan senilai US$ 18,8 miliar, namun tahap pertama pelaku bisnis UEA akan menggelontorkan dana sekitar US$ 3,8 miliar.

"Misalnya, mereka ada proyek di pelabuhan dengan Maspion dengan total proyek US$ 1,2 miliar. Untuk tahap pertamanya, (investasi mereka) US$ 325 juta, dengan total proyek yang terlibat US$ 3,7 miliar. Total proyeknya yang kira-kira akan melibatkan dana perusahaan UEA sekitar US$ 3,8 miliar," kata dia di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi di Jakarta, Selasa (7/12).

Adapun empat kesepakatan kerja sama proyek investasi besar yang akan ditandatangani saat kunjungan Jokowi ke Abu Dhabi yakni, investasi Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dengan PT Pertamina (Persero) di proyek Kilang Balongan.

Selanjutnya proyek yang dikerjasamakan dengan Inalum untuk meningkatkan kapasitas dan teknologi di Sumatera Utara dan diterusakan ke Kalimantan Utara. "UEA akan membuat project study karena ada sungai. Teknologi yang akan dikembangkan adalah hydropower karena biayanya lebih murah. Jika membuat smelter, membutuhkan dana lebih," kata Husin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini tengah membahas rencana persiapan  kunjungan Presiden Jokowi ke Abu Dhabi pada tanggal 13 Januari mendatang.

Luhut menyatakan, untuk tahap pertama, dana yang akan dicairkan para investor UEA sebesar US$ 3,9 miliar atau berkisar Rp 54 triliun. "Yang akan masuk besok US$ 3,9 miliar," kata Luhut.

Menurut Luhut, ada potensi dana kerja sama tersebut masuk ke dalam proyek perusahaan swasta, namun ia enggan menjelaskan secara rinci proyek-proyeknya dan berapa nilai investasinya. "Kemudian ada juga B to B. Itu dengan Chandra Asih dan dengan Maspion, tunggu nanti saja," kata Luhut.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menambahkan, dana pertama yang turun akan dikucurkan untuk dua proyek kerja sama dengan Pertamina yang meliputi proyek kilang Balikpapan dan Balongan.

Menurut rencana, kata Budi, proyek kilang Balikpapan akan dikerjasamakan dengan Mubadala Petroleum, sedangkan, kilang Balongan akan dikerjasamakan dengan Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC).

"Ada pengembangan proyek Inalum di Sumatera Utara dan Kalimantan Utara dengan Emirates Global Aluminium (EGA) Enterprise. Terakhir, proyek pembuatan PLTS di Cirata untuk PLN yang bekerja sama dengan Masdar Clean Energy Company," papar dia.

 

 

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN