Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Jokowi meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi: Food Estate Kalteng untuk Antisipasi Krisis Pangan

Jumat, 10 Juli 2020 | 08:32 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan.

Pengembangan food estate di Kalteng dilakukan bertahap, tahun ini dimulai pada lahan seluas 30 ribu hektare (ha) dan dalam dua tahun berikutnya 148 ribu ha, dan korporasi petani akan menjadi basis pengembangan kawasan lumbung pangan baru tersebut.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat berkunjung ke lokasi proyek food estate di Kalteng yang berada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (9/7).

Presiden Jokowi meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Kunjungan dimulai di Kabupaten Kapuas baru dilanjutkan ke Kabupaten Pulang Pisau. Turut mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, dan Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo.

Saat di Pulang Pisau, Jokowi mengatakan, Indonesia memerlukan food estate baru sebagai cadangan logistik untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan, karena itu pemerintah mengembangkan food estate baru di luar Jawa yakni di Kalteng.

Presiden Jokowi meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

“Saya kira kita tahu semuanya, FAO sudah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi Covid-19, juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi. Oleh sebab itu, kita menyiapkan sekarang ini yang namanya cadangan logistic nasional," ujar Jokowi.

Saat ini, food estate tersebut sedang dalam proses pengerjaan dan diharapkan bisa menjadi sumber cadangan logistik nasional untuk mencegah kekurangan pasokan pangan dalam negeri, pengelolaannya diharapkan dengan manajemen yang baik hingga nanti dapat diekspor ke negara-negara lain.

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Di Pulang Pisau, terdapat kurang lebih 10 ribu ha lahan potensial yang nantinya dikembangkan menjadi lumbung pangan baru. Presiden mengatakan, tahun ini setidaknya akan diselesaikan terlebih dahulu lahan seluas 30 ribu ha dan akan meningkat hingga dua tahun ke depan, berikutnya pada 1,5 sampai maksimal 2 tahun ditambah lagi 148 ribu ha, baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun Kapuas. Kementerian Pertahanan akan bertindak sebagai leading sector untuk pengembangan food estate itu.

Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Kementerian Pertahanan akan berkoordinasi dengan Kementan dan Kementerian PUPR dalam menjalankan tugasnya.

"Karena ini menyangkut cadangan strategis pangan kita, leading sectornya akan kita berikan ke Pak Menhan yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian, juga Menteri PUPR. Tentu saja di daerah kita harapkan ada dukungan dari gubernur dan para bupati," kata Presiden.

Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (membelakangi lensa) berbincang-bincang di sela meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama Menhan Prabowo Subianto dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (membelakangi lensa) berbincang-bincang di sela meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Sementara saat di Kapuas, Jokowi menuturkan, tujuan utama pengembangan food estate adalah menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan, menjaga kelestarian lingkungan (moratorium penebangan hutan, restorasi gambut), dan pelibatan masyarakat/ merevitalisasi perekonomian lokal/ desa.

“Dan korporasi petani akan menjadi basis pengembangan kawasan lumbung pangan baru di Kalteng, ini yang akan dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan di suatu kawasan. Para petani yang menggarap lahan dan peternakan itu selanjutnya akan terkonsolidasi dalam kelompokkelompok tani dengan terlebih dahulu difasilitasi baik sarana maupun prasarana serta pendukung lainnya,” papar Jokowi.

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan food estate baru di Kapuas, Kalteng, yang direncanakan menempati lahan potensial 20.704 ha dan dari jumlah itu lahan yang telah fungsional 5.840 ha. Secara keseluruhan, terdapat kurang lebih 165 ribu ha lahan potensial di Kalteng yang diperuntukkan bagi pengembangan food estate tersebut. Saat ini, lahan seluas 85.500 ha dari jumlah keseluruhan itu merupakan lahan fungsional yang sudah berproduksi tiap tahunnya.

“Presiden mengingatkan agar semua kegiatan (pengembangan food estate) dilaksanakan secara cepat, terukur dengan data akurat serta berdampak langsung ke kesejahteraan masyarakat sesuai amanat konstitusi UUD 1945,” kata Fadjroel.

Ditanami Tahun Ini

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Mentan SYL menyampaikan optimismenya atas pembangunan food estate di Kalteng mengingat potensi lahan rawa di wilayah itu sangat mendukung. Optimalisasi lahan rawa kini menjadi salah satu terobosan yang tengah fokus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan atau mengamankan ketersediaan beras dalam negeri sehingga kebutuhan dapat dipenuhi secara mandiri.

“Presiden Jokowi menginstruksikan kepada saya untuk mempersiapkan Provinsi Kalteng menjadi lumbung pangan. Dengan potensi lahan rawa yang kini dapat menjadi lahan pertanian produktif, kita yakin membangun lumbung pangan di Kalteng ini," kata SYL.

Presiden Jokowi  saat meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Proyek food estate kawasan alluvial pada lahan eks lahan gambut itu memiliki lahan potensial seluas 165 ribu ha, seluas 79.500 ha sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali dan peningkatan irigasi.

“Targetnya proyek lumbung pangan ini dapat ditanami pada musim tanam kedua, mulai Oktober 2020-Maret 2021,"ujar Mentan SYL.

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Pemerintah memprioritaskan agar dapat mengejar musim tanam tahun ini dengan tahap awal seluas 28.321 ha yakni 8.747 ha di kawasan eks PLG dan 19.574 ha di luar kawasan eks PLG, terdiri atas 19.103 ha lahan yang sudah memiliki irigasi baik dan 9.218 ha perlu perbaikan irigasi.

Menteri Basuki mengatakan, kunci dari pengembangan food estate di Kalteng adalah penyediaan air untuk irigasi areal sawah mengingat lahan potensial seluas 165 ribu ha itu merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan eks pengembangan lahan gambut (PLG).

Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi bersama sejumlah menteri meninjau pengembangan kawasan pangan skala luas (lumbung pangan nasional atau food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

"Kuncinya ada pada ketersediaan air untuk irigasi, baru diikuti teknologi pertanian. Untuk itu, Kementerian PUPR fokus pada lahan yang sudah ada jaringan irigasinya. Kita lihat jaringan irigasinya sudah intensif di masing-masing blok sawah, namun ada yang tidak terpelihara sehingga itu yang akan diperbaiki dan perlu dilakukan land clearing saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah lagi dan tidak akan menyentuh lahan gambut dan hutan," kata Basuki. (tl/ant)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN