Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Joko Widodo saat peresmian Terowongan Air Nanjung di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc)

Presiden Joko Widodo saat peresmian Terowongan Air Nanjung di Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc)

Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Pengusaha Minta Terus Berlanjut

Kamis, 29 September 2022 | 14:27 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com) ,Tri Murti (redaksi@investor.id) ,Totok Subagyo (totok_hs@investor.co.id) ,Ester Nuky ( esther@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu masif membangun infrastruktur di Tanah Air selama delapan tahun kepemimpinannya. Sebab infrastruktur merupakan salah satu kebutuhan untuk menarik investor masuk ke berbagai daerah.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan, kalangan pengusaha sangat berharap pasca-Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan.

Baca juga: Jokowi Bangun Tol 1.700 Km, Lebih Panjang 2,1 Kali dari Era Sebelumnya

"Jadi perlu dilanjutkan berbagai pembangunan infrastruktur, misalnya di Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Pemerintahan Pak Jokowi kan sudah merintis bahwa investasi ini harus merata," kata Sarman, yang juga Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna dalam keterangan tertulis, mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Baca juga: Selain Tol, Jokowi Bangun Infrastruktur Telekomunikasi hingga Energi

Namun, tidak semua infrastruktur yang dibangun menggunakan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD). Keterlibatan swasta terus didorong melalui berbagai model pembiayaan, salah satunya lewat Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo menambahkan bahwa investor akan tertarik menggarap proyek infrastruktur jika imbal hasil atau internal rate of return (IRR) cukup tinggi.

"Kami menilai tawaran pemerintah memberikan IRR sebesar 11% dari proyek-proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan cukup menarik bagi para investor," imbuhnya.

Baca juga: Infrastruktur Era Jokowi juga sebagai Bentuk Keadilan Sosial

Tjahjo optimistis soal tingkat IRR pada proyek-proyek investasi di IKN. Pasalnya, IRR yang ditawarkan pemerintah tersebut dinilai menarik mengingat nilainya yang cukup besar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEI) dan kawasan industri (KI).

"KEK/KI merupakan jalan sukses ketika bicara upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Karena melalui pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi/industri, arah kebijakan pembangunan menjadi fokus dan terpadu. Daerah sekitar menjadi hinterland, sehingga diharapkan bisa tumbuh bersama, terwujud tidak hanya rantai pasok, tetapi juga rantai nilai," katanya kepada Investor Daily.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com