Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Jokowi Inginkan Posisi EoDB Turun di Bawah Posisi 40.

Triyan Pangastuti, Kamis, 20 Februari 2020 | 12:28 WIB

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo mengingatkan peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) harus didorong turun pada posisi di bawah 40.

Padahal, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia secara langsung meminta (melobi) untuk diperbolehkan mendorong EODB di posisi 50.

"Enak aja 50. Di bawah 40 itu baru karena posisi kita di Asia di ranking enam," kata Jokowi dalam pembukaan rakornas Investasi di Jakarta, Kamis (20/2).

Ia mengatakan bahwa saat ini peringkat kemudahan berusaha masih berada di tingkat ke-73 ,meskipun ini angkanya sudah meloncat dari posisi tahun 2014 di posisi 120 .

Meski begitu sudah meloncat tapi ia mengaku untuk mendorong peningkatan posisi EoDB lebih baik memang tidak mudah akan tetapi harus tetap diusahakan, sebab saat ini kemudahan berusaha masih kalah dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam. 

"Kita menangnya hanya dengan Laos, Kamboja," ujarnya

"Dulu 220, meloncat ke-73 bukan sesuatu yang mudah. Biasanya naik hanya dua. Tapi saya gak mau angka itu, ranking 73 itu masih ranking nanggung. Setuju?," tanya Jokowi yang dijawab 'setuju' para peserta rakornas yang hadir.

Menurutnya banyak hal yang bisa dibenahi, dan jika itu dibenahi maka Jokowi yakin bahwa posisi kemudahan berusaha bisa meningkat masuk dirangking 50, 40, bahkan nanti Malaysia, Vietnam, Brunei juga bisa kalah dengan Indonesia.

Adapun target perbaikan EODB di tahun 2021 di rangking 52, di antaranya  rincian yang harus diperbaiki terkait izin memulai usaha akan ditargetkan diubah menjadi 5 prosedur dengan waktu 3 hari, kemudian mendirikan bangunan hanya membutuhkan  15 prosedur dan 54 hari.

"Dari sebelumnya 11 prosedur memulai usaha jadi 5 prosedur kita potong-potong-potong makanya kita akan jadi di 71. Dari sebelumnya 10 hari jadi 3 hari gapapa step by step saya sebetulnya inginnya jam bukan hari, tapi walupun masih harus dalam hitungan hari gapapa saya masih toleransi," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala 

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan peringkat EODB akan diturunkan posisi 40 hingga 50 dengan target pada tahun ketiga penurunannya.

"Saya katakan kepada teman teman bahwa tahun keempat prestasi kita turun kami siap untuk dievaluasi bapak presiden. sebagai bentuk pertanggungjawaban moral" jelasnya.

Ia mengatakan seorang pemimpin jangan hanya mempertahankan sesuatu ,jika memang tidak memiliki prestasi sehingga harus tahu diri.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN