Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran Holding Parawisata BUMN - InJourney @ Mandalika, membangun dan menciptakan industri wisata nasional unt domestik turis serta menjaga pasar international turis. Foto: BPMI Setpres

Peluncuran Holding Parawisata BUMN - InJourney @ Mandalika, membangun dan menciptakan industri wisata nasional unt domestik turis serta menjaga pasar international turis. Foto: BPMI Setpres

Jokowi: Jangan Patah Arang Pulihkan Sektor Pariwisata

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:31 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

LOMBOK TENGAH, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, para pelaku industri pariwisata nasional jangan patah arang untuk membangun kembali sektor pariwisata yang kini terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi mengungkapkan, sektor pariwisata nasional sebelum pandemi, sektor pariwisata menjadi kontributor devisa terbesar kedua dengan produk domestik  bruto (PDB) mencapai US$ 10 miliar dan menyediakan 13 juta lapangan kerja.

“Betul, yang disampaikan oleh Pak Menteri Erick tadi bahwa selama dua tahun dilanda pandemi, sektor pariwisata mengalami kontraksi yang sangat dalam,” kata Presiden Jokowi pada Peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung “Injourney”, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/1/2022).

Peluncuran InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (13/1/2022).
Peluncuran InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung di Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (13/1/2022).

Presiden Jokowi mengungkapkan, dalam kondisi seperti ini semua pihak harus  berani menghadapi kenyataan dan  tidak boleh patah arang. Sebaliknya, situasi ini  harus dimanfaatkan sebagai titik balik untuk melakukan sebuah lompatan.

“Momentum untuk melakukan penataan, momentum untuk melakukan transformasi, membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh,” katanya.

Mengutip ucapan  Direktur Utama Holding BUMN Pariwisata,  Dony Oskaria, Presiden Jokowi mengungkapkan, saat ini begitu besarnya perusahaan-perusahaan yang akan di-holding-kan, mulai dari penerbangan, pengelolaan airport, dan hotel yang sudah memiliki jaringan.

“Kemudian, kawasan pariwisata dari Nusa Dua, Mandalika, Likupang, Borobudur, ada Taman Mini. Pernak-pernik handycraft-nya ada Sarinah. Ini kalau di-holding-kan akan menjadi sebuah kekuatan  besar. Dan, saya yakin, insya Allah Pak  Dony, dengan pengalaman yang panjang di bidang ini mampu melakukan itu,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, berbagai kendala yang kini menghambat kemajuan sektor pariwisata nasional harus segera diselesaikan, di antaranya masalah konektivitas dan infrastruktur.

“Segera selesaikan. Masalah hambatan infrastruktur, di mana titik-titik yang memerlukan suntikan infrastruktur segera diselesaikan. Begitu juga hambatan lainnya, termasuk dalam hal tata kelola dan manajemen BUMN-BUMN pariwisata, agar ini tidak menggerus kesempatan kita untuk melompat maju,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN