Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pelantikan BPP Hipmi dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri. Foto: IST

Pelantikan BPP Hipmi dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri. Foto: IST

Jokowi Minta Hipmi Kerjakan Proyek BUMN

Novy  Lumanauw, Rabu, 15 Januari 2020 | 15:52 WIB

Jakarta, investor.id-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pengusaha tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) terlibat dalam pengerjaan proyek-proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setiap tahunnya, total nilai proyek di BUMN mencapai Rp 2.400 triliun, dibandingkan APBN yang hanya berkisar Rp 2.200 triliun.

“Sebetulnya dari dulu sudah saya ingatkan itu. Tetapi sekarang mestinya akan  lebih jelas,  karena yang memegang kementerian BUMN adalah berasal dari keluarga besar Hipmi,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP)  HIPMI  masa bakti 2019-2022 di Jakarta, Rabu (15/1).

Ia mengatakan,  dari nilai proyek Rp 2.400 triliun ada peluang untuk  menumbuhkan jumlah dan menaikkan kelas pengusaha,  dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah. Demikian juga, dari pengusaha menengah menjadi pengusaha besar.  “Saya sudah titip. Tanyakan nanti kepada Pak Erick Thohir, apakah titipan itu. Sudah saya berikan. Perintahnya sudah saya berikan atau belum. Kalau ingin konfirmasi  silakan ditanyakan langsung. Ada Rp 2.400 triliun,” katanya.

Presiden Jokowi mengungkapkan, keterlibatan swasta sangat diperlukan dalam pengerjaan proyek-proyek BUMN.  Ditambah lagi, lanjutnya, mantan Ketum Umum BPP Hipmi saat ini telah  menjadi Kepala BKPM, yang  memegang portofolio investasi sekitar Rp 800- 900 triliun. “Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada dikerjakan oleh anak perusahaan BUMN, cucu BUMN. Tapi dikerjakan oleh swasta, terutama dari pengusaha yang terhimpun dalam Hipmi. Berikan peluang kepada mereka,” katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN