Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Kebakaran hutan. Foto ilustrasi: beritasatu.com

Jokowi Minta Karhutla Diantisipasi Sedini Mungkin

Tri Listyarini, Selasa, 11 Februari 2020 | 18:02 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, pada 2019 luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mencapai 1,50 juta hektare (ha) atau naik dari 2016- 2018, sehingga hal itu mesti menjadi perhatian semua pihak.

Meskipun luasan karhutla 2019 masih di bawah karhutla 2015 yang mencapai 2,50 juta ha serta jauh dibandingkan yang terjadi di berbagai negara, Presiden tetap meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini.

Jokowi tidak ingin karhutla di Indonesia seperti di Rusia yang sampai 10 juta ha, Brasil 4,50 juta ha, Bolivia 1,80 juta ha, Kanada 1,80 juta ha, dan Australia sampai 11 juta ha.

“Ada 500 juta satwa yang mati karena kebakaran. Berarti kehilangan plasma nutfah baik itu flora maupun fauna, ini yang kita tidak mau, kehilangan kekayaan yang tidak bisa dihitung dengan uang. Untuk itu kewaspadaan dan antisipasi dini harus dilakukan,” kata Presiden saat memimpin langsung Rakornas Pengendalian Karhutla Tahun 2020 di Jakarta, Kamis (6/2) pekan lalu.

Dalam keterangan yang dilansir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) disebutkan, Presiden Jokowi meminta TNI Polri dan kepala daerah untuk memanfaatkan instrument negara maupun pemerintahan di level tapak untuk penanggulangan karhutla.

“Babinsa, Bhabinkamtibmas, beri tahu mereka, gubernur, bupati/walikota, ada kepala desa, beri tahu mereka. Instrumen kita sampai di bawah itu ada. Jadi kalau ada satu api segera cari ember padamkan. Jangan sampai kita gunakan air yang berjuta juta ton dan tidak menyelesaikan, Negara besar pun kesulitan padamkan api jika sudah membesar, di Australia juga sudah kewalahan,” kata Presiden.

Presiden juga akan mencopot jajaran TNI dan Polri di daerah jika terjadi karhutla di wilayah teritori mereka. Aturan main yang dibuat sejak 2016 tersbeut masih terus berlaku hingga saat ini. Meskipun demikian Presiden juga mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah menangani karhutla di berbagai daerah.

Solusi permanen pada upaya penanggulangan karhutla juga harus dirancang oleh kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah, BNPB, dan TNI, Polri. Terutama untuk mengatasi karhutla di lahan gambut yang banyak terdapat di provinsi rawan karhutla, seperti Riau, Jambi, Sumatera Utara, Sumsel, Kalsel, Kalbar, Kalteng, dan sedikit di Kaltim. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN