Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo memberikan pengantar saat membuka Musrenbangnas, Kamis (30/4/2020). Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo memberikan pengantar saat membuka Musrenbangnas, Kamis (30/4/2020). Sumber: BSTV

PERUSAHAAN DIIMBAU TETAP BAYARKAN THR

Jokowi: Stimulus Ekonomi untuk Perusahaan yang Tak Lakukan PHK

Minggu, 3 Mei 2020 | 10:21 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor,id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, sejumlah stimulus ekonomi bagi dunia usaha yang disiapkan oleh pemerintah ditujukan untuk perusahaan yang tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Oleh karena itu, pemerintah daerah harus melakukan pemetaan dan pengawasan terhadap kondisi lapangan ketenagakerjaan di daerah.

“Sektor apa mendapatkan stimulus apa dan bisa menyelamatkan tenaga kerja berapa, semua dihitung. Jangan sampai hanya mau dapat stimulus ekonomi, tetapi tetap melakukan PHK pekerja,” ucap Presiden Jokowi ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2020 secara virtual pada Kamis (30/4).

Presiden menggarisbawahi, harus ada kerja sama erat dari pemerintah pusat sampai ke daerah. Sebab, dalam situasi seperti saat ini, tidak ada negara yang siap menghadapi krisis akibat Covid-19. Program stimulus ekonomi yang sudah diputuskan, kata dia, akan segera diimplementasikan dan dilaksanakan, sehingga akan dapat bermanfaat bagi pengusaha.

“Kami sedang bekerja dalam tekanan luar biasa. Kerja sama harus terjalin erat antara pemerintah pusat dan daerah. Kebijakan harus berjalan dalam satu visi,” ucap Joko Widodo.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Pada kesempatan berbeda, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, hingga saat ini sudah ada 1,7 juta tenaga kerja yang terdampak pandemi virus corona baru atau Covid-19. Angka ini terbagi dalam tiga kelompok yaitu 375.165 orang tenaga kerja formal yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), 1.032.960 orang pekerja formal yang dirumahkan, serta 314.833 orang pekerja informal yang terdampak.

“Sampai saat ini ada 1.722,958 tenaga kerja formal dan informal yang di-PHK dan dirumahkan. Data ini didapatkan melalui sistem informasi ketenagakerjaan serta kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan kementerian terkait lainnya,” ucap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam telekonferensi pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (1/5).

Ia juga mengimbau agar perusahaan tetap menjalankan kewajibannya untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) Keagamaaan sesuai dengan regulasi.

“Kami mendorong pelaksanaan tunjangan hari raya keagamaan tahun 2020 ini oleh perusahaan kepada pekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkas Ida.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN