Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

Jokowi: Tahun Depan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Pandemi yang Belum Berakhir

Senin, 29 November 2021 | 14:26 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa tahun depan, Indonesia akan menghadapi ketidakpastian ekonomi dan penularan pandemi Covid-19  belum berakhir. Bahkan, saat ini di sejumlah negara Afrika telah bermunculan varian baru, yaitu varian Omicron.

“Kita harus tetap waspada karena pandemi belum berakhir. Dan, di tahun 2022 pandemi Covid masih menjadi ancaman  dunia dan juga ancaman bagi negara kita Indonesia,” kata Presiden Jokowi pada  penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022, Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan, selain penularan varian lama, di beberapa negara telah muncul varian baru, yaitu varian Omicron sehingga rakyat Indonesia dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Dikatakan, antisipasi dan mitigasi perlu disiapkan  sedini mungkin agar tidak mengganggu kesinambungan program reformasi struktural yang sedang dilakukan pemerintah serta program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang kini sedang bergulir.

“Dan, menghadapi ketidakpastian tahun 2022, kita harus merancang APBN Tahun 2022 yang responsif, antisipatif, dan juga fleksibel. Selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi, dengan tetap menjaga tata kelola yang baik,” katanya.

Sejumlah  negara  seperti Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Israel saat ini  melarang warganya melakukan perjalanan dari dan ke Afrika Selatan serta  enam  negara di sekitarnya.

Keenam  negara dimaksud  adalah Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, dan Zimbabwe. Pemerintah Inggris juga telah menambah larangan perjalanan ke  beberapa negara lain, yaitu Angola, Malawi, dan Zambia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN