×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ignasius Jonan. Foto: IST

Ignasius Jonan. Foto: IST

Jonan Pastikan Keandalan Listrik Jelang Pemilu

Rangga Prakoso, Minggu, 14 April 2019 | 22:21 WIB

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan kesiapan pasokan listrik dan kesiagaan PT PLN (Persero) menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif Tahun 2019.

Jonan mengatakan kondisi kelistrikan secara umum sudah baik, sehingga bisa menghindari gangguan kelistrikan selama periode Pemilu. Dia pun memberi arahan supaya PLN memonitor detail persiapan pengamanan pasokan listrik hingga unit rayon PLN.

“Saran saya yang pertama tinggal implementasi, dicek detailnya, terutama untuk tanggal 17, karena tanggal 17 kan dilaksanakan di seluruh Nusantara, dan TPS-nya banyak sekali, mungkin ratusan ribu. Jadi itu tolong ada monitoring sampai ke unit rayon PLN masing-masing,” kata Jonan di Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN di Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat.

Mantan Menteri Perhubungan itu meminta agar PLN berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengetahui kebutuhan, khususnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Yang menjadi prioritas terutama di daerah terpencil.

“Saran saya sebelum tanggal 17 itu PLN bicara lagi dengan KPU, kurangnya apa, yang diperlukan apa, nanti masukan-masukan dari KPU sebelum tanggal 17 itu apa. Kalau bisa hingga setiap KPU Daerah itu tanya lagi apa yg perlu dipersiapkan. Khususnya lagi mungkin daerah-daerah yang terpencil dan remote yang mungkin komunikasinya tidak mudah. Setelah itu di kantor-kantor KPUD, untuk penghitungan suara dan untuk sistem logistiknya jangan sampai down, jadi bukan hanya KPU pusat, tapi KPUD di daerah,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin mengungkapkan beban puncak pada 17 April diproyeksikan turun sekitar 5.000 megawatt (MW). Penurunan dikarenakan pada tanggal tersebut industri dan perkantoran berhenti beroperasi. Kedua jenis pelanggan itu mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar. Beban puncak siang rata-rata 20.000 MW sedangkan pada 17 April nanti diperkirakan sekitar 15.000 MW. Sementara beban puncak malam rata-rata 26.000- 27.000 MW, sedangkan pada 17 April nanti diproyeksikan sekitar 22.000 MW.

“Mengalami penurunan sekitar 12% - 29%. Jadi secara sistem kita cukup,” ujarnya.

Amir menuturkan turunnya kebutuhan daya membuat sejumlah pembangkit listrik pun dihentikan operasinya. Menurutnya hal ini bukan hal baru lantaran dilakukan juga setiap saat libur Lebaran. Pada saat libur Lebaran itu kebutuhan daya pun menurun. “Beberapa pembangkit kami padamkan. Sekitar 1.000 MW totalnya,” ujarnya.

Untuk menjaga agar pasokan listrik tetap andal dan aman, PLN menetapkan Periode Siaga Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019 sejak 17 Maret sampai 24 April 2019. Pada periode tersebut, PLN meningkatkan kesiagaan menjaga keandalan dan kualitas pasokan listrik pada semua TPS supaya berjalan Normal.

Selain itu, PLN juga menyiapkan kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem, serta menyiapkan pembangkit dan transmisi agar andal dengan mengatur jadwal pemeliharaan sistem di luar periode siaga Pemilu. (*)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN