Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto: IST

Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto: IST

Jonan Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

Nurjoni, Kamis, 12 September 2019 | 11:10 WIB

JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan tidak akan ada kenaikan tarif listrik hingga tahun 2020 seiring terjadinya penurunan harga energi primer seperti batu bara dan gas bumi.

"Kalau kami lihat harga gas turun banyak dalam enam bulan terakhir, harga batu bara juga turun. Penurunan paling terlihat di harga batubara. Untuk kalori 6.322 GAR harganya sekitar 65 dolar AS per ton jadi mestinya harga listrik tidak perlu ada penyesuaian naik," ujar Jonan dalam informasi dari Kementerian ESDM dihimpun di Jakarta, Kamis (12/9).

Jonan mengungkapkan, pertimbangan tidak ada kenaikan harga tarif listrik salah satunya atas dasar nilai kurs mata uang rupiah terhadap dolar AS yang cukup stabil di posisi Rp 14 ribuan per dolar AS. "Nanti kami lihat lagi, tapi kalau menurut saya kalau kurs di Rp 14 ribuan mestinya minimal tidak naik," tegasnya.

Tercatat, Harga Batubara Acuan (HBA) pada periode September 2019 dipatok sebesar US$ 65,79 per ton atau turun 9,4% dibanding periode Agustus sebesar US$ 72,67 per ton.

Sementara itu, pemerintah menggunakan patokan batas atas untuk PLN sebesar US$ 70 per ton berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.1410 K/30/MEM/2018 terkait harga khusus batubara yang mulai berlaku sejak 12 Maret 2018 hingga 31 Desember 2019.

Beleid tersebut mengatur harga khusus batu bara bagi pembangkit listrik ditetapkan US$ 70 per ton jika HBA berada di atas US$ 70 per ton. Namun bila harga di bawah US$ 70 per ton maka transaksi batu bara bagi pembangkit listrik merujuk pada HBA.


 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN