Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas Manggala Agni dibantu Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berusaha
memadamkan api yang membakar lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 3 Agustus 2015.  Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA FOTO/Rony Muharrman/asf/pd/15.

Petugas Manggala Agni dibantu Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berusaha memadamkan api yang membakar lahan gambut di Pekanbaru, Riau, 3 Agustus 2015. Foto ilustrasi: Investor Daily/ ANTARA FOTO/Rony Muharrman/asf/pd/15.

Kabut Asap Mulai Berdampak ke Bisnis Hotel Pekanbaru

Nurjoni, Kamis, 12 September 2019 | 13:28 WIB

PEKANBARU, investor.id -- Bisnis perhotelan di Kota Pekanbaru mulai terdampak kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir ini.

“Kabut asap ini sudah berdampak ke okupansi hotel. Rombongan dari instansi kementerian di Jakarta baru saja membatalkan reservasi karena kondisi asap tidak sehat,” kata Marketing Komunikasi Hotel Prime Park Pekanbaru, Retmon Bensal Putra, kepada Antara di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9).

Kalau saja tidak ada kabut asap, lanjutnya, ada 110 orang dari rombongan kementerian tersebut yang sudah memesan kamar sekaligus ruangan untuk acara.

“Kami harap kondisi asap ini cepat berakhir, karena kalau udara berasap seperti ini mana mau orang datang ke Pekanbaru,” keluhnya.

Kabut asap akibat karhutla di Kota Pekanbaru makin pekat pada Kamis pagi sehingga membuat jarak pandang sempat turun drastis.

“Jarak pandang menurun drastis dari 1.500 meter pada pukul 07.00 menjadi 700 meter pada pukul 09.00,” kata Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto di Pekanbaru, Kamis (12/9).

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra dan Aqua pada 06.00 WIB mendeteksi titik panas paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan ada 437 titik dan Jambi 420 titik. Sementara itu, di Provinsi Riau terdapat 279 titik panas.

Sejumlah daerah juga terdeteksi ada titik panas seperti Bangka Belitung ada 50 titik, Lampung 77 titik, Sumatra Utara 20 titik, Bengkulu 9 titik, Aceh dan Kepri masing-masing empat titik.

Khusus di Riau, dari 279 titik panas yang terdeteksi satelit, lokasi paling banyak ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan 141 titik. Lokasi lainnya yakni Kabupaten Pelalawan dengan 50 titik, Rokan Hilir (Rohil) 31 titik, Kuansing 14 titik, Indragiri Hulu (inhu) 26 titik, Bengkalis 6 titik, dan Siak ada satu titik panas.

Dari jumlah tersebut ada 177 yang dipastikan titik api Karhutla dengan lokasi terbanyak di Inhil ada 99 titik dan Pelalawan 33 titik.

 

Sumber : ANTARA

BAGIKAN