Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja beraktivitas di atap sebuah perkantoran di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pekerja beraktivitas di atap sebuah perkantoran di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kadin Apresiasi Selesainya Aturan Pelaksana UU Ciptaker

Senin, 8 Maret 2021 | 12:37 WIB
Triyan Pangastuti ,Leonard AL Cahyoputra (leonard.cahyoputra@beritasatumedia.com) ,Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Game changer Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) dinilai mulai nendang, setelah peraturan pelaksanaan berupa 51 PP dan perpres rampung diterbitkan pada Desember hingga Februari lalu. Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yang lahir dari omnimus law ini telah dibentuk dengan setoran modal pemerintah Rp 75 triliun, yang diproyeksikan menarik investasi asing maupun dalam negeri Rp 225 triliun untuk tahap pertama.   

Target penerapan UU Cipta Kerja
Target penerapan UU Cipta Kerja

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah menyelesaikan aturan pelaksana UU Cipta Kerja.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang telah berupaya bergerak cepat merampungkan aturan pelaksana tersebut di awal-awal tahun ini. Dengan demikian, kita punya jangka waktu yang cukup panjang untuk mempromosikan dan memaksimalkan pelaksanaan UU Cipta Kerja di tahun ini,” katanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani. Foto: IST
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani. Foto: IST

Dia menilai, konsep besar dalam UU Cipta Kerja telah dijelaskan dalam peraturan pelaksana tersebut, sehingga sebagian besarnya sudah bisa dioperasikan atau diimplementasikandi lapangan.

Kadin juga akan terus membantu mengawal pelaksanaannya, bukan saja untuk menjaga konsistensi pelaksanaan, tetapi juga membantu promosi investasi pemerintah dan memberikan asistensi yang dibutuhkan bagi calon-calon investor untuk memanfaatkan UU Cipta Kerja.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Foto: IST
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil. Foto: IST

Sedangkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil pernah menyebutkan, UU Cipta Kerja mengenalkan konsep baru pertanahan, salah satunya aturan untuk pemanfaatan ruang bawah tanah (under ground cluster).

Sofyan Djalil mengatakan bahwa aturan mengenai hak bawah tanah diatur dalam UU Cipta Kerja dengan mempertimbangkan perkembangan perkotaan, serta semakin dibutuhkannya ruang dan fasilitas di bawah tanah.

PP dan Perpres pelaksana UU Cipta Kerja
PP dan Perpres pelaksana UU Cipta Kerja

“Dengan ada MRT, nanti macam-macam fasilitas di bawah tanah, kota semakin berkembang, maka kebutuhan memanfaatkan ruang underground, ruang bawah tanah diperlukan. Maka itu kami perkenalkan hak bawah tanah,” kata Sofyan.

Kepentingan Pekerja

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi Foto: Humas Kementerian Ketenagakerjaan
Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi Foto: Humas Kementerian Ketenagakerjaan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, dengan adanya UU Cipta Kerja diharapkan berdampak positif tidak hanya untuk perkembangan investasi, tetapi pada pada saat yang sama juga memperhatikan kepentingan tenaga kerja. Regulasi ini diharapkan segera berdampak bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor ketenagakerjaan.

“Kalau anda lihat sebuah regulasi tidak mungkin langsung berdampak. Kita membutuhkan waktu terutama nanti setelah PP ini bisa efektif berjalan. Mudah mudahan tahun depan manakala pandemi sudah berkurang dan sudah kembali ke arah normal, kami prediksikan sudah memberikan dampak signifikan terutama terkait investasi,” ucap Anwar saat dihuhubungi Investor Daily pada Minggu (7/3) malam.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: IST
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: IST

Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menjelaskan sebelumnya, terbitnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertujuan menciptakan keseimbangan iklim ketenagakerjaan bagi tenaga kerja serta para pengusaha untuk lebih baik.

Meski pemerintah berupaya mengakomodasi semua kepentingan stakeholder ketenagakerjaan, kata Ida, PP turunannya mungkin tidak bisa memuaskan semua pihak

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: IST
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: IST

Pada kesempatan terpisah, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, adanya UU Cipta Kerja membuat koperasi dan UMKM mempunyai kepastian usaha dengan peraturan pelaksana UU Cipta Kerja terbit, Teten optimistis daya saing UMKM meningkat.

Sedangkan Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan, PP dan perpres tersebut akan saling bersinergi sehingga semuanya bisa dibilang efektif untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Kepala Ekonom BCA David Sumual. Foto: IST
Kepala Ekonom BCA David Sumual. Foto: IST

“Tidak bisa dipungkiri, pengaruh dari pandemi Covid-19 ini masih besar. Namun, aturan-aturan pelaksana UU Cipta Kerja tersebut bisa menjadi basis bagi investor untuk lebih optimistis berinvestasi ke Indonesia,” kata dia.

Ketua umum Jaringan Usahawan Independen Indonesia (Jusindo) Sutrisno Iwantono mengatakan, semangat UU Ciptaker untuk menyederhanakan berbagai aturan dan birokrasi. Semangat tersebut disambut baik oleh dunia usaha terutama skala usaha UMKM. Menurut dia, PP dan perpres untuk implementasi UU Ciptaker sudah relative menampung kepentingan dunia usaha.

Ketua Kebijakan Publik Apindo Sutrisno Iwantono dalam Zooming with Primus - Menyongsong Pemulihan Ekonomi live di Beritasatu TV, Kamis (7/1/2021). Sumber: BSTV
Sutrisno Iwantono  Sumber: BSTV

“Kalau memuaskan semua hal saya kira tidak, tetapi dibilang jelek juga enggak. Saya kira arahnya sudah baiklah. Ini kan ada waktu 4 bulan untuk melakukan penyesuaian,” ujar Sutrisno saat dihubungi Investor Daily, Jakarta, Sabtu (6/3). (dho/tl/ark/ns/ant/sumber lain/en)

Baca juga

https://investor.id/business/uu-ciptaker-mulai-nendang

https://investor.id/business/uae-berminat-investasi-di-swf-indonesia

https://investor.id/business/uu-cipta-kerja-juga-bantu-umkm

https://investor.id/business/uu-cipta-kerja-berikan-dampak-kuartal-i-positif

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN