Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

Salah satu pabrik baja. Foto ilustrasi: Investor Daily/Defrizal

Kadin Dorong Penerapan Teknologi Blockchain di Industri Nasional

Eva Fitriani, Senin, 29 Juli 2019 | 13:02 WIB

JAKARTA - Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia menggandeng Blockchain Asia Forum (BAF) mendorong penerapan teknologi blockchain untuk berbagai sektor industri nasional. Teknologi ini diyakini memiliki potensi luar biasa untuk melakukan transformasi di sektor finansial dan sektor-sektor lainnya, terutama terkait pembaruan dalam sistem transaksi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, blockchain merupakan tren global yang akan berdampak besar kepada keberlangsungan bisnis ke depan. Dalam ekonomi global, mereka yang dapat memanfaatkan teknologi dan berinovasi dalam seluruh rantai nilai akan mendapatkan posisi terbaik dalam daya saing global.

"Perusahaan berskala besar dan sedang yang berkembang di dunia digital ini sedang mendalami maupun mengembangkan Iayanan teknologi ini agar tetap berperan di pasar yang kompetitif," kata Rosan dalam seminar Global Blockchain Investment Summit di Jakarta, Senin (29/7).

Rosan mengungkapkan, Indonesia termasuk berada di garda depan dalam inisiatif penerapan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah perusahaan nasional mulai menerapkan teknologi berbasis blockchain, seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Danamon, dan Bank Permata.

Mengutip data Bank Dunia, Rosan menyebutkan, Indonesia berada di posisi ke-14 dunia dalam penerimaan remitansi dari TKI. Peningkatan transfer dana dari TKI yang bekerja di luar negeri terjadi berkat hadirnya sistem blockchain.

"Peran perantara (intermediaty) dihilangkan. Karena itu blockchain dipandang menghadirkan sistem transfer yang lebih efisien dan bebas biaya tambahan," kata dia.

Melihat skala ekonomi nasional yang besar serta potensi penerapan teknologi blockchain yang Iintas sektoral, Rosan optimistis, pengembangan teknologi itu dapat mendukung posisi Indonesia sebagai sentra teknologi regional.

"Indonesia memang terhitung relatif di tahap awal pengembangan blockchain. Tapi peluang yang tersedia sangat terbuka, walaupun masih ada sejumlah tantangan yang signifikan," kata dia.

Co-Founder and Vice Chairman Blockchain Comission for Sustainable Development Amir Dossal mengharapkan, penggunaan teknologi blockchain dapat mendorong pembangunan secara berkelanjutan bagi negara-negara berkembang di dunia. "Hari ini kita percaya blockchain akan membawa kita pada SDGs (Sustainable Development Goals). Dengan blockchain, kita bisa sentuh seluruh sektor," ungkap dia.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA