Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Roadshow Kadin 2019. Delegasi Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat (KIKAS) yang dipimpin Prasetyo Singgih, Vice Chairman KIKAS, Ketua Delegasi KIKAS USA Roadshow 2019 (tengah) melakukan lawatan 6 kota di Amerika Serikat dari 25 September -21 November 2019. Agenda pertemuan membahas perdagangan dan investasi.

Roadshow Kadin 2019. Delegasi Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat (KIKAS) yang dipimpin Prasetyo Singgih, Vice Chairman KIKAS, Ketua Delegasi KIKAS USA Roadshow 2019 (tengah) melakukan lawatan 6 kota di Amerika Serikat dari 25 September -21 November 2019. Agenda pertemuan membahas perdagangan dan investasi.

Kadin Indonesia Roadshow ke Enam Kota di AS

Nasori, Kamis, 10 Oktober 2019 | 00:26 WIB

JAKARTA, investor.id – Delegasi Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat (KIKAS) mengadakan beberapa pertemuan dan kunjungan (roadshow) ke beberapa institusi pemerintah dan swasta di Amerika Serikat (AS). Roadshow yang dijadwalkan berlangsung dari 25 September 2019 hingga 21 November 2019 itu mengunjungi enam kota di AS yakni New York, Washington DC, Atlanta, Los Angeles, Chicago, dan San Francisco.

"Roadshow diisi dengan berbagai kegiatan forum bisnis, business networking session, company visit, high level roundtable meeting, dan courtesy call kepada pejabat-pejabat dan pelaku bisnis di Amerika Serikat," ujar Prasetyo Singgih selaku Ketua Panitia Pelaksana KIKAS 2019 USA Roadshow dalam keterangan, baru-baru ini.

Menurut dia, AS dinilai strategis karena merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia, setelah Tiongkok, Jepang, dan Singapura. Total perdagangan antara Indonesia dan Negeri Paman Sam itu meningkat dalam dua tahun terakhir. Total perdagangan kedua negara mencapai US$ 28,62 miliar pada 2018, atau meningkat sebesar 10,42% dari US$ 25,92 miliar pada 2017.

"Secara umum, nilai neraca perdagangan Indonesia terhadap AS mengalami surplus bagi Indonesia sebesar US$ 8,26 miliar pada 2018. AS merupakan negara investor terbesar ketujuh di Indonesia dengan nilai US$ 1,22 miliar yang mencakup 572 proyek pada 2018," papar dia.

Pada pertemuan di Washington DC akhir September lalu, menurut Prasetyo, dibahas mengenai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang telah berlangsung selama ini, terutama di bidang bisnis dan peluang-peluang usaha baru serta pengembangan kerja sama ekonomi ke depan.

Prasetyo menekankan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat yang dirasa masih memiliki potensi yang sangat besar untuk digali lebih lanjut dan berharap ada realisasi dan implementasi konkret dari penandatanganan MOU antara Kadin Indonesia dan US Chamber of Commerce.

“Rangkaian kegiatan KIKAS 2019 USA Roadshow merupakan inisiatif Kadin Indonesia Komite Amerika Serikat (KIKAS) yang bekerja sama dengan perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di AS dan juga beberapa asosiasi bisnis seperti American Indonesian Chamber of Commerce (AICC), US Chamber of Commerce, US Indonesia Society (Usindo) dan US–Asean Business Council,” jelas Prasetyo.

Menurut dia, KIKAS 2019 USA Roadshow sangat strategis dalam meningkatkan hubungan bilateral yang kuat dengan Amerika Serikat terutama melalui peningkatan kerjasama perdagangan dan investasi.

Dalam pertemuan dengan Kementerian Perdagangan AS, KIKAS menyampaikan rencana kunjungan misi dagang dan berbagai kegiatan yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan ke Indonesia dalam watu dekat. Selain itu, juga dilakukan pertemuan dengan US Trade Representative (USTR) yang membahas hal-hal seputar perdagangan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Dalam presentasinya pada bisnis forum di kantor Midtown Miller & Martin PLLC, Atlanta Prasetyo mengatakan, perang perdagangan menghadirkan momen yang tepat dalam hubungan ekonomi. "Kami tidak mendapatkan banyak peluang kedua, dan sulit untuk bersaing dengan Tiongkok, tetapi begitu ada situasi seperti itu, itu membuat lapangan permainan yang lebih adil bagi Indonesia dan negara-negara Aseab lainnya."

Sementara dalam Forum Bisnis dan Investasi Indonesia di Atlanta, Duta Besar Indonesia untuk AS Mahendra Siregar menyatakan, hubungan perdagangan Tiongkok-AS telah dan akan terus membayangi ekonomi global. "Namun pemerintahan AS dalam pandangan saya menangani apa yang gagal dilakukan oleh mitra dagang lain, yaitu menantang ekonomi berorientasi ekspor yang industrinya disubsidi tinggi dan bergantung pada mata uang yang terdevaluasi," kata dia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA