Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua dari Kadin Indonesia Shinta Kamdani. Foto: IST

Wakil Ketua dari Kadin Indonesia Shinta Kamdani. Foto: IST

Kadin: Pandemi Belum Terkendali

Selasa, 16 Februari 2021 | 11:24 WIB
Triyan Pangastuti ,Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -  Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Internasional Shinta W Kamdani mengatakan, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya terkendali. Hal ini membuat kondisi perekonomian nasional belum kembali normal, yang ditandai dengan penurunan impor yang besar, terutama pada bahan baku/penolong dan barang modal.

“Penyebaran pandemi Covid-19 di sejumlah negara juga kembali memunculkan kekhawatiran akan terjadi pembatasan pergerakan masyarakat di negara-negara tujuan ekspor Indonesia. Hal ini pun mengganggu produktivitas industri global, hingga PMI global pada Januari lebih rendah dibandingkan Desember 2020 kemarin,” paparnya.

Mendag Muhammad Lutfi. Foto: IST
Mendag Muhammad Lutfi. Foto: IST

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berharap ekspor meningkat sehingga bisa akan membantu pemulihan ekonomi nasional. Ia memproyeksikan ekspor sepanjang tahun 2021 akan meningkat 6,3% dan menargetkan pada 2021, neraca perdagangan Indonesia masih akan surplus.

Untuk mencapai target tersebut, Lutfi membidik peningkatan ekspor ke negara-negara mitra dagang utama Indonesia, mendorong UMKM melakukan ekspor, dan menyelesaikan perundingan perjanjian dagang untuk memperluas pasar ekspor, termasuk ke negara-negara tujuan ekspor nontradisional.

Anggaran program PC-PEN 2020-2021
Anggaran program PC-PEN 2020-2021

Lutfi menargetkan ekspor ke Tiongkok tumbuh 7,86% sampai 10,99%, dengan produk utama adalah crude palm oil (CPO) dan turunannya, batu bara, pulp, besi baja, serta turunannya.

Lutfi juga menargetkan ekspor ke Amerika Serikat akan tumbuh sebesar 3,87% sampai 8,16% tahun ini, Sedangkan adalan produk ekspornya adalah CPO dan turunannya, udang, dan elektronik.

“Untuk ekspor ke Jepang ditargetkan tumbuh 2,97% sampai 9,50%, dengan produk utama batu bara, waste and scrap logam mulia, dan nikel,” imbuhnya. (ns/ark/az/en)

Baca juga

https://investor.id/business/pcpen-dinaikkan-jadi-rp-688-triliun

https://investor.id/business/dukungan-untuk-umkm-dan-korporasi-naik-8

https://investor.id/business/indef-belanja-pemerintah-diandalkan

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN