Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto: IST

Petugas PLN sedang memriksa rutin di Gardu Induk Cengkareng , Jakarta Barat. Foto: IST

Kadin: Pasokan Listrik Harus Mencukupi di Tengah Pandemi

Ridho Syukra, Kamis, 16 April 2020 | 11:48 WIB

JAKARTA, investor.id - Kebutuhan listrik di tengah pandemi Covid-19 harus menjadi fokus utama pemerintah. Ketersediaan listrik akan mempengaruhi proses kegiatan di rumah untuk bekerja maupun belajar.

Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Ahmad Wijaya mengatakan, justru dengan adanya pandemi, rakyat mengharapkan pemerintah tetap menjalankan seluruh proyek utilitas seperti PLN, minyak dan gas bumi.

Kadin Indonesia menilai pembangunan pembangkit listrik harus tetap berjalan, meski di tengah pandemi Covid-19.  Pembangunan pembangkit listrik diperlukan untuk menyuplai kebutuhan karena Indonesia mempunyai cita-cita menjadi negara dengan ekonomi terbesar keenam di dunia ditambah industri dan dunia medis memerlukan pasokan listrik yang stabil dan merata.

“Saran saya adalah utilitas atau pembangunan pembangkit listrik atau proyek gas dan minyak bumi tidak boleh berhenti, meskipun ada Covid-19 tetap dijalankan dengan protokol,” ujar dia dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Kamis (16/4).

Kadin menilai sektor kelistrikan menjadi salah satu sektor yang harus diprioritaskan, sesuai dengan instruksi presiden.PLN itu adalah prioritas, rakyat tidak  punya listrik, rumah pasti gelap gulita, jalan gelap gulita, infrastruktur semua kacau.

Peneliti Center of Economic Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Foto: coreindonesia.org
Peneliti Center of Economic Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Foto: coreindonesia.org

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan pembangunan pembangkit listrik harus dilanjutkan. dengan catatan, anggaran subsidi yang telah dianggarkan pemerintah khusus untuk PLN dipisahkan dengan anggaran realokasi pandemi Covid-19.

Ia sendiri memperkirakan, kebutuhan listrik selama pandemi justru akan meningkat di sektor konsumsi rumah tangga. Hal tersebut terjadi karena banyak masyarakat yang menjalankan kebijakan physical distancing sehingga tidak keluar rumah.

Ia menjelaskan pembiayaan pembangunan listrik umumnya juga menggunakan pinjaman luar negeri yang sifatnya jangka panjang. Jadi kontraknya sudah ditandatangani terlebih dahulu dengan bunga pinjaman yang relatif kecil.

Senada, Wakil Ketua Komisi VII DPR  Eddy Soeparno menuturkan, di tengah pandemi covid-19 seperti saat ini, kestabilan pasokan listrik menjadi dukungan yang paling krusial. Apalagi dengan diimbaunya masyarakat untuk tetap berada di rumah.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan, pemerintah  sudah selayaknya memberikan perhatian khusus terhadap pasokan listrik. Apalagi untuk kebutuhan rumah sakit. 

 jika aliran listrik terganggu maka akan mempengaruhi pelayanan kesehatan bagi pasien dan mengakibatkan tak optimalnya penanganan pasien Covid-19 dan pencegahan penyebarannya.

Ia menjelaskan, apabila stabilitas pasokan listrik terganggu, alat-alat kesehatan yang ada di rumah sakit juga tidak dapat berfungsi.  "Genset atau penghasil listrik juga tidak bisa selamanya diandalkan untuk memasok aliran listrik,” ujar dia.

Sepanjang Kuartal I 2020 ini, realisasi penjualan listrik PLN sendiri sebanyak 61,15 Terawatt Hour (TWh). Jumlah tersebut tumbuh 4,61% dibanding realisasi pada Kuartal I 2019 yang sebesar 58,46 TWh, meski tak setinggi periode yang sama tahun lalu yang tumbuh sebesar 5,49%.

Karena imbas pandemi, konsumsi listrik di segmen industri dan bisnis memang melambat. Namun, pertumbuhan listrik untuk segmen rumah tangga di kuartal I 2020 justru mengalami peningkatan sebesar 7,54%, karena adanya kebijakan Work From Home (WFH).

Untuk diketahui, konsumsi listrik di DKI Jakarta saja, sebagai episentrum penyebaran covid-19, mencapai 32.779,2 Giga watt hour (Gwh) dengan 4,4 juta pelanggan. Konsumsi listrik terbesar di Jakarta tersalurkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, yakni mencapai 13.199 Gwh atau 19,57% dari total konsumsi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN