Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kereta Api PT KAI . Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

Kereta Api PT KAI . Foto ilustrasi: Investor Daily/gora kunjana

KAI Optimalkan Pendapatan Berbagai Lini

Selasa, 26 Januari 2021 | 17:54 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berupaya meningkatkan daya tahan perusahaan dengan mengoptimalkan pendapatan berbagai lini dan efisiensi di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung pada awal tahun ini.

"KAI harus survive di tengah pandemi. Agar perusahaan bisa sustainable, kami tetap melakukan berbagai upaya untuk mengoptimalkan pendapatan dari berbagai lini bisnis yang KAI kelola. Bangkitnya KAI juga akan turut membantu pemulihan ekonomi nasional,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan resmi, Selasa (26/1/2021).

Dia mengutarakan, berbagai langkah akan dilakukan perusahaan sepanjang 2021, meliputi transformasi digital, organisasi, dan proses bisnis.

“Di masa pandemi kita bekerja extraordinary. Tidak seperti biasa. Kami optimistis dapat bangkit dan terus bertumbuh di tahun ini dengan berbagai langkah yang adaptif, solutif, dan kolaboratif untuk Indonesia,” ujar Didiek Hartantyo.

Didiek Hartyanto direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: IST
Didiek Hartantyo direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: IST

Langkah adaptif, lanjut dia, diwujudkan dengan terus berinovasi, cepat menyesuaikan diri, melakukan perbaikan, mengikuti perkembangan teknologi, serta efisiensi.

Di tahun 2021, KAI akan menambah fitur-fitur KAI Access serta menggunakan big data untuk mengetahui minat dan kebiasaan pelanggan sehingga KAI dapat melayani dan menghadirkan layanan sesuai keinginan pelanggan.

Menurut Didiek, KAI akan mengembangkan aplikasi untuk operasional kereta api sehingga mampu mengefisienkan petugas dengan tetap memastikan operasional kereta api dengan lancar. Penggunaan aplikasi pun diterapkan untuk memudahkan perawatan dan pemantauan sarana dan prasarana.

"Kami berencana mengembangkan digitalisasi perawatan sarana berbasis artificial intelligence,” kata Didiek.

KAI juga, sebut Didiek, berinovasi untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan dengan terus melakukan uji coba penggunaan B100 pada genset kereta. B100 merupakan 100% biodiesel dengan bahan dasar sawit sehingga akan lebih ramah lingkungan.

“Dalam hal pengembangan bisnis perusahaan, KAI akan mengembangkan kawasan-kawasan stasiun, menyusun kajian potensi angkutan penumpang di kawasan perkotaan, serta menyusun kajian potensi angkutan barang di kawasan pelabuhan dan industri,” kata Didiek.

Sementara langkah ketiga yang KAI lakukan agar dapat bangkit dan terus bertumbuh di tahun 2021 adalah kolaboratif, yakni membangun kerja sama yang sinergis. Langkah kolaboratif ini, sebut Didiek, menunjukkan bahwa KAI terbuka untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak guna menghasilkan nilai tambah.

Langkah kolaboratif yang akan KAI lakukan di antaranya pada angkutan barang. KAI akan melakukan optimalisasi angkutan dan menjalin kerja sama baru dengan para pelaku usaha untuk meningkatkan volume angkutan barang.

Dari sisi pengusahaan aset, papar Didiek, KAI akan menawarkan naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin mem-branding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya. Saat ini kerja sama seperti itu sudah diterapkan pada Stasiun BNI City di Jakarta.

“Selain itu, KAI akan melakukan pemasaran space di stasiun, periklanan di KAI Access, dan pengikatan kerja sama fiber optik dan pipa gas di jalur KA,” kata Didiek.

Di samping itu, tahun 2021 merupakan tahun vaksinasi pandemi Covid-19. Didiek menekankan, KAI tetap adaptif dan siap mendukung program tersebut dengan mendaftarkan seluruh pegawai untuk melakukan vaksinasi.

Adapun dalam melayani pelanggan, KAI mewajibkan rapid test antigen bagi awak sarana perkeretaapian dan petugas kesehatan serta rapid test antibodi untuk petugas frontline.

“Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan memastikan petugas yang melayani pelanggan semuanya dalam keadaan sehat,” tegas Didiek.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN