Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wisatawan asing berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Ist

Wisatawan asing berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Foto: Ist

Kalteng Kembangkan Wisata Ekologi Berkelas Dunia

Eva Fitriani, Rabu, 2 Oktober 2019 | 15:57 WIB

JAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk fokus pada ekowisata dalam mengembangkan potensi sektor pariwisatanya agar menjadi destinasi pariwisata kelas dunia. Dua atraksi wisata alam ekologi yakni Taman Nasional (TN) Tanjung Puting sebagai pusat konservasi orang utan yang sudah mendunia dan TN Sebangau kawasan pelestarian rawa gambut terbesar di Indonesia dapat dijadikan sebagai modal utama dalam mewujudkan hal tersebut.

“Untuk menjadikan Kalteng sebagai destinasi wisata kelas dunia harus didukung unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) kelas dunia. Kalau atraksinya TN Tanjung Puting sudah kelas dunia, sedangkan aksesibilitas tinggal bagaimana menjadikan terminal baru Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya segera menjadi bandara internasional. Ini yang harus diperjuangkan oleh seluruh stakeholder pariwisata di Provinsi Kalteng,” kata Menpar dalam keterangan resminya, Rabu (2/10).

Menpar menjelaskan, terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya seluas 29.124 meter persegi dengan panjang eksisting landasan pacu mencapai 2.600 meter, rencananya akan diperpanjang menjadi 3.000 meter oleh PT Angkasa Pura II dengan nilai investasi Rp 480 miliar. Dengan kondisi tersebut, bandara ini sangat layak menjadi bandara berkelas internasional.

“Keberadaan bandara internasional menjadi syarat utama bagi Kalteng agar menjadi destinasi ekowisata kelas dunia, karena akan berpengaruh langsung pada kunjungan wisatawan ke sana,” kata Menpar.

Menpar memberi contoh, destinasi wisata super prioritas Danau Toba setelah memiliki Bandara Internasional Silangit di Toba kunjungan wisman ke sana naik hingga 300%. Begitu pula Banyuwangi setelah berhasil menjadikan bandaranya berkelas internasional, kunjungan wisman ke wilayah tersebut melonjak pesat.

Jumlah wisman ke TN Tanjung Puting yang tahun lalu dikunjungi sekitar 40.000 wisman, dan tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi 100.000 wisman, dapat dijadikan sebagai motivator agar segera terjadi lonjakan wisman khususnya ke TN Tanjung Puting maupun TN Sebangau yang masih kurang dipromosikan. “Setelah memiliki bandara internasional, diharapkan akan terjadi lonjakan wisman ke Kalteng,” ungkap Menpar.

Sementara itu untuk fasilitas amenitas, Menpar mengusulkan, Kalteng mengembangkan fasilitas akomodasi seperti Perahu Klotok sebagai perahu tradisional Kalimantan yang terbuat dari kayu ramah lingkungan.

Menurut dia, pengembangan fasilitas amenitas live on board tersebut sejalan dengan program pengembangan atraksi wisata susur sungai Kahayan yang membelah Palangkaraya. Selain itu amenitas nomadik berupa glamp camping bisa dikembangkan di Kalteng. “Kalteng memiliki obyek wisata di lahan gambut, nomadik bisa jadi amenitas cocok dikembangkan karena mudah, murah, dan tidak mengganggu lingkungan,” tutur dia.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menyatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng Tahun 2016-2021 telah menempatkan pariwisata sebagai sektor prioritas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalteng. “Meningkatnya sektor pariwisata telah mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Provinsi Kalteng tahun lalu mencapai 7,6% atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,6%,” kata Fahrizal Fitri.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA