Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Kantor Wilayah IV KPPU Dendy Rakhmad Sutrisno. Foto: Istimewa

Kepala Kantor Wilayah IV KPPU Dendy Rakhmad Sutrisno. Foto: Istimewa

Kanwil IV KPPU Awasi Obat Terapi Covid-19 dan Tabung Oksigen

Jumat, 9 Juli 2021 | 05:57 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id - Kanwil IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus memantau ketersediaan dan harga kedua komoditas yang dibutuhkan masyarakat, yakni tabung gas oksigen dan obat-obat terapi Covid-19.

Dari pantauan tersebut, masih ditemukan obat dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan juga  kesulitan masyarakat mendapatkan tabung gas oksigen.

Kepala Kantor Wilayah IV KPPU, Dendy Rakhmad Sutrisno, menjelaskan bahwa pemerintah telah menentukan 11 jenis obat terapi Covid-19 yang telah diatur Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.1.7/Menkes/4826/2021 tentang HET Obat dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Pantauan terhadap obat-obat terapi Covid-19 di 8 daerah, yakni Surabaya, Mojokerto, Malang, Sidoarjo, Gresik, Denpasar, Mataram dan Kupang, menunjukkan secara umum akses masyarakat di Jawa Timur untuk memperoleh obat-obatan tersebut di apotek terbatas.

Pekerja menurunkan tabung oksigen medis kosong yang akan diisi ulang di depo oksigen, di kawasan Jalan Minagkabau, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021). Foto: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao
Pekerja menurunkan tabung oksigen medis kosong yang akan diisi ulang di depo oksigen, di kawasan Jalan Minagkabau, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

“Obat terapi Covid-19 relatif sulit didapatkan pada beberapa apotek di Jawa Timur yang kami pantau, bilapun ada dijual di atas diatas HET dengan menggunakan obat merek lain. Misalnya obat Favipiravir 200mg per tablet HET-nya Rp 22.500, tidak tersedia dan diganti dengan merek Avegan yang dijual dengan harga Rp 68.000 sampai dengan Rp76.900 per tablet,” ungkap Dendy di Surabaya, Kamis (8/7/2021).

Adapun pantauan terhadap tabung gas oksigen di 12 daerah yakni Madiun, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Bali, Banyuwangi, Jember, Mojokerto, Kediri, Denpasar dan Mataram menunjukkan  terbatasnya stok tabung gas oksigen di kota-kota Jawa Timur. “Secara umum, masyarakat Jawa Timur relatif kesulitan mendapatkan tabung gas oksigen dengan harga normal, termasuk harga jasa isi ulangnya.

“Tabung gas oksigen ukuran 1 meter kubik (m3) yang biasanya dijual dengan harga dikisaran Rp 700.000 sampai dengan Rp 800.000 melonjak menjadi Rp 1.200.000 sampai dengan Rp 2.100.000. Sedangkan jasa isi ulang tabung gas oksigen juga mengalami peningkatan menjadi kurang lebih Rp 150.000/M3 dari semula Rp 30.000/m3,” jelas Dendy.

Harga tabung gas oksigen ukuran 1m3  harga terendah terpantau sebesar Rp 900.000 di Mataram dan tertinggi sebesar Rp 2.100.000 di Banyuwangi. Sedangkan harga jasa isi ulang terendah sebesar Rp 30.000/m3 di Mataram dan tertinggi sebesar Rp 150.000/m3 di Surabaya.

Menyikapi kondisi tersebut, menurut Dendy, KPPU memutuskan untuk melakukan pemeriksaan dalam ranah penegakan hukum, yang dalam prosesnya KPPU akan menginvestigasi berbagai pihak yang terkait, termasuk pelaku usaha yang dianggap terindikasi melakukan pelanggaran persaingan usaha. Karena mengacu UU No. 11/2020 dan PP No. 44/2021, pelaku usaha dapat dijatuhi denda hingga 10% dari total penjualan produk tersebut.

“KPPU juga akan berkoordinasi dengan Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional maupun lembaga penegak hukum lain untuk saling bertukar informasi guna menjaga keamanan pasokan tersebut,” ujarnya.

Dendy juga menyebutkan, pihaknya juga berharap publik bisa menyampaikan informasi atau melaporkan adanya dugaan persaingan usaha tidak sehat dalam pasokan berbagai produk esensial dalam penanganan Covid-19.

“Mari bersama-sama kita jaga pelaksanaan PPKM Darurat ini dengan tidak menambah beban masyarakat berupa kenaikan barang/jasa esensial terkait penanganan COVID-19, dan Laporkan kepada kami apabila masyarakat menemukan adanya upaya penahanan pasokan yang berujung pada kelangkaan dan tingginya barang atau jasa esensial,” pungkas Dendy.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN