Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia

Kasus Covid Masih Tinggi, Indef: Target Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tidak Realistis

Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:16 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% sampai 5,5% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 tidak realistis dengan kondisi yang terjadi saat ini. Pasalnya, jumlah kasus aktif Covid-19 masih termasuk tinggi sehingga menyebabkan terjadinya ketidakpastian pada perekonomian.

“Ketidakpastian pada 2022 masih tinggi sehingga target ini optimis namun kurang realistis. Permasalahannya adalah sampai hari ini kita masih menangani kasus covid yang tidak ringan hanya bergeser dari Jawa-Bali ke luar Jawa-Bali,” ucap Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto dalam diskusi virtual, Selasa (17/8).

Dengan target di kisaran 5% sampai 5,5% juga menimbulkan mixed signal bagi dunia usaha untuk bisa memfokuskan seberapa optimisnya pemerintah dalam menentukan target pertumbuhan ekonomi.

Eko mengatakan, untuk bisa mencapai target pertumbuhan di 2022 dibutuhkan dukungan dari konsumsi, investasi, dan ekspor secara bersamaan. Bila salah satu komponen tumbuh tidak sesuai ekspektasi maka target pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai.“Mudah-mudahan nggak meleset di kisaran 5% sampai 5,5%, walaupun ini masih susah untuk dicapai. Realistisnya masih di bawah 5%,” ucap Eko.

Terkait target pengangguran terbuka pada kisaran 5,5% sampai 6,3%, menurut Eko ini sangat bergantung pada cepatnya pemulihan sektor perdagangan, industri, dan pengendalian pandemi. Investasi menjadi faktor penentu target ini dan UMKM menjadi bantalan penyerapan tenaga kerja. “Kalau mempercepat pemulihan di UMKM saya optimis pengangguran bisa diturunkan. Saat permintaan meningkat maka UMKM akan langsung menambah lapangan kerja,” ucap Eko.

Saran Apindo

Secara terpisah Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjadja Kamdani mengatakan, bila tidak terjadi gelombang ketiga pandemi dan sudah terjadi normalisasi kegiatan ekonomi, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 masih memungkinkan. Dia menyarankan ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2022.

Pertama, adanya alokasi dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor-sektor usaha yang terdampak sangat berat oleh pandemi. Kedua, seberapa cepat daya beli dan keyakinan konsumsi masyarakat bisa pulih hingga akhir 2021. Ketiga, seberapa besar pembukaan/normalisasi perbatasan negara lain terhadap Indonesia dan sebaliknya di tahun depan akan mempengaruhi potensi penerimaan investasi dan pertumbuhan sektor jasa nasional.“Seluruh elemen ini kami rasa akan sangat mempengaruhi potensi pencapaian pertumbuhan 5%,” ucap Shinta saat dihubungi, Selasa (17/8).

Dia mengatakan, kondisi kuartal IV-2021 akan sangat mempengaruhi proyeksi pemulihan ekonomi pada 2022. Sebab kondisinya akan sangat berbeda dengan kondisi kuartal III-2021 maupun kuartal IV-2020. “Oleh karena itu pelaku usaha belum membuat outlook untuk 2022,” imbuh Shinta.

Kalau sampai kuartal IV-2021 pola pertumbuhan ekonomi domestik memiliki pola v-shaped recovery dan bila pertumbuhan kuartal IV 2021 bisa sama atau mendekati pertumbuhan kuartal II-2021, maka dukungan fiskal yang dirancang pemerintah dalam RAPBN 2022 tidak perlu diubah. “Tetapi kalau lebih rendah ada kemungkinan support APBN untuk PEN perlu ditambah,” pungkas Shinta.

 

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN