Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Airlangga Hartarto. Foto: IST

Airlangga Hartarto. Foto: IST

Kawasan Industri Halal Tampung Seluruh Sektor Industri Halal

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 22:38 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pengembangan kawasan industri halal di satu lokasi untuk menampung seluruh industri halal yang mencakup makanan, minuman, fashion, keuangan, minuman, fashion keuangan, wisata, hiburan dan media, farmasi serta kosmetik.

“Peluangnya dengan berada di satu kawasan, diharapkan bisa disertifikasi traceability bisa dimonitor bahan baku dan hulu, antara dan hilir jadi bisa didistribusikan dan ekspor,”ujarnya. dalam webinar Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sabtu (24/10).

Menurut dia, pengembangan ini sebagai upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara lainnya terkait industri halal.

Pasalnya jika berdasarkan data Global Islamic Economy (GIE) 2019/2020 yang mengukur kekuatan ekonomi syariah di 73 negara, Indonesia menempati peringkat ke-5.

Tercatat ekspor produk halal Indonesia ke negara-negara muslim sebesar 10,7%, sedangkan secara global 3,6%.

Akan tetap peringkat tersebut masih kalah dengan Malaysia, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi. Padahal Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

"Persoalannya di halal food, kita belum masuk top 10, padahal produk makanan minuman adalah andalan di Indonesia, seperti salah satu produk ekspor tertinggi melalui produk kelapa sawit yang dijamin kehalalannya,"jelasnya.

Sementara itu, untuk muslim travel friendly atau pariwisata halal Indonesia masih tertinggal dari UEA dan Turki. Begitupula dengan kategori media dan rekreasi, farmasi, serta kosmetik halal yang masih perlu dikembangkan oleh Indonesia.

Kendati demikian, untuk kategori fashion dan pharma Indonesia cukup unggul. Sehingga potensi dari kedua sektor ini harus terus dikembangkan untuk melakukan ekspor.

“Miliki potensi sektor yang terkait dengan kosmetik seperti Wardah salah satu produk yang dikenal di Indonesia dan potensi ekspor besar demikian farma , herbal jadi penting,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN