Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Kebijakan THR Akibatkan Realisasi Belanja Pegawai Semester I Turun 3,3%

Jumat, 10 Juli 2020 | 05:43 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja pegawai hingga semester I-2020 baru mencapai Rp114,1 triliun atau turun 3,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 13,6% dengan realisasi Rp 117,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penurunan realisasi belanja pegawai di semester I karena adanya kebijakan dalam pemberian THR di tahun 2020.

Pasalnya untuk penanganan pandemi Covid-19 diperlukan adanya efisiensi dan memilih prioritas kegiatan.

“Di mana, pejabat negara untuk Eselon 1 dan 2 dan pejabat lainnya sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2020 tidak menerima THR”tuturnya dalam rapat Panja bersama Banggar, DPR, Kamis (9/7).

Secara rinci realisasi belanja pegawai terdiri dari gaji dan tunjangan pegawai sebesar Rp 77,5 triliun sementara untuk tunjangan, honorarium, vokasi mencapai Rp 36,6 triliun. Keduanya masing-masing mengalami penurunan sebesar 2,1% dan 13,0% dibanding periode sama tahun lalu.

Sementara itu, untuk penyerapan pada K/L dengan pagu terbesar juga mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun 2019. “Dipengaruhi oleh perubahan kebijakan pemberian THR,”tuturnya.

Ia merinci untuk belanja pegawai untuk Polri realisasinya hingga 30 Juni sebesar Rp 24,3 triliun atau sudah 45,9%.

“Kementerian Pertahanan Rp 23 triliun, Kementerian Agama sebesar Rp 16,2 triliun, Kementerian Keuangan Rp 11,7 triliun, Mahkamah Agung sebesar Rp 3 triliun dan KL lainnya sebesar Rp 35,9 triliun,” tuturnya.

Lanjutnya,  untuk belanja barang, realisasinya Rp 99,2 triliun atau turun 16,8% dibanding periode yang sama tahun 2019 yaitu sebesar Rp 119,3 triliun. Penurunan itu dipengaruhi kebijakan refocusing dan realokasi untuk mendukung kegiatan penanganan Covid-19.

“Komponen belanja barang yang turun signifikan antara lain perjalanan, barang diserahkan pemda dan barang operasional dan non operasional,” tuturnya.

Kendati begitu ia mengatakan bahwa realisasi belanja barang sangat dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan sosial serta WFH yang menyebabkan adanya penurunan pada realisasi belanja operasional dan perjalanan dinas.

Sedangkan belanja modal tercatat sebesar Rp37,7 triliun atau naik 8,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 34,7 triliun.

Dengan rincian belanja per akun untuk  modal tanah realisasinya Rp 0,8 triliun tumbuh 33,3%, kemudian peralatan dan mesin Rp 12,6 triliun tumbuh 55,6%.

Kemudian untuk Gedung dan bangunan tercatat realisasinya Rp 4,9 triliun, jalan irigasi dan jaringan sebesar Rp 17,5 triliun, modal lainnya Rp 1,5 triliun dan BLU tercatat Rp 0,4 triliun.

Menkeu mengatakan belanja modal yang tumbuh positif didukung oleh adanya percepatan perjalanan kegiatan di awal tahun.

“Belanja Peralatan dan mesin juga tumbuh positif utamanya untuk pengadaan almatsus atau alutsista, juga untuk mendukung penanganan Covid-19,”jelasnya.

Sementara itu untuk belanja jalan, irigasi dan jaringan dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan sosial serta adanya refocusing dan penundaan kegiatan. Untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional telah dilaksanakan program padat karya di beberapa KL.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN