Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: huimas BKPM

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Foto: huimas BKPM

Kejar Target Investasi 2020, Bahlil Adopsi Strategi Juventus

Kamis, 30 Juli 2020 | 23:32 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku terus berupaya untuk mengejar target investasi tahun ini sebesar Rp 817 triliun, meski di tengah pandemi. Untuk merealisasikan target itu, ia mengaku memasang strategi bertahan dan menyerang yang ia analogikan seperti strategi Juventus, salah satu klub besar sepak bola asal Italia.

"Saya katakan, urusan investasi di era pandemi itu bertahan dan menyerang, saya menganalogikan seperti Juventus, salah satu klub sepakbola kesukaan saya Juventus," ujar Bahlil dalam diskusi virtual, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, strategi bertahan digunakan untuk menyelesaikan semua urusan dan kendala investasi mangkrak yang belum terealisasi. Hingga semester I-2020, BKPM sudah menyelesaikan investasi mangkrak senilai Rp 410 triliun atau 58% dari total investasi mangkrak sebesar Rp 708 triliun.

Bahlil mengatakan, investasi mangkrak tidak terpengaruh adanya pandemi Covid-19 sebab merupakan investasi existing yang belum tereksekusi. Oleh karena itu, BKPM hadir untuk memfasilitasi dan menyelesaikannya.

"Dalam konteks membawa orang ke sini, investasi mangkrak ini tidak ada persoalan dengan pandemi, karena ini sudah existing," kata Bahlil.

Sementara itu, strategi menyerang digunakan untuk membidik sasaran investor yang pas. Sebab, saat ini investasi langsung asing (FDI) di dunia akan turun sekitar 30-40% pada tahun ini. “Kami menyerang sekali-sekali karena FDI dunia diperkirakan turun 30%, maka kami membidik sasaran yang pas," jelas dia.

Ia mengatakan, bidikan yang pas dengan teknis menyerang sudah terimplementasi yakni Indonesia menerima tujuh perusahaan relokasi dari Tiongkok dan akan mulai berproduksi di Indonesia pada Desember mendatang. “Kemudian ada 17 perusahaan lain yang sudah kami fasilitasi sekitar 70-80% dan 119 perusahaan lain. Ini kami lakukan komunikasi intensif,” tutur dia

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN