Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada bus di Terminal Pulogadung. Foto ilustrasi: sp/beritasatu.com

Armada bus di Terminal Pulogadung. Foto ilustrasi: sp/beritasatu.com

Kembangkan Transportasi Umum, Kemhub Luncurkan Program Teman Bus

Kamis, 1 Oktober 2020 | 21:51 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemhub) membuat program Buy the Service (BTS) di tiga kota besar seperti Palembang, Solo, dan Bali. Program tersebut bertujuan memberikan subsidi penuh kepada operator untuk meningkatkan fasilitas bus agar masyarakat beralih menggunakan moda transportasi publik di seluruh Indonesia.

Direktorat Jenderal (Dtijen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan salah satu implementasi dari program BTS adalah layanan Teman Bus sebagai bagian dari digitalisasi 4.0 smart city program untuk mendukung cashless society.

Selain itu, layanan ini juga untuk memicu pengembangan angkutan umum perkotaan di Indonesia agar muncul terobosan inovatif dan responsif terhadap program bantuan bus yang selama ini kurang berhasil.

"Oktober ini kami harapkan layanan Teman Bus juga hadir di Yogyakarta dan Medan termasuk 10 kota tambahan seperti Makassar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya dan Banyumas kami targetkan pada tahun 2021," kata Budi secara virtual dalam kegiatan bertajuk "Memperkuat Konektivitas melalui Buy The Service di Indonesia" di Jakarta, Kamis (1/10).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi. Foto: IST

Kementerian Perhubungan, lanjut Budi sudah menetapkan beberapa Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dimiliki operator di antaranya Keamanan, Keselamatan, Kenyamanan, Keterjangkauan, Kesetaraan, dan Keteraturan menjadi enam kunci utama dalam pelayanan Teman Bus.

Fasilitas Teman Bus juga dibekali peralatan canggih IoT (Internet of Things) seperti CCTV, reader kartu non tunai, sensor penghitung jumlah penumpang, sensor alarm pada pengemudi untuk mendeteksi apabila terjadi pengemudi melakukan seperti mengantuk, merokok, tidak memasang seatbelt dan keluar jalur/trayek. Sistem selanjutnya membunyikan alarm untuk mengirim informasi ke Command Center secara real time.

Tak hanya itu, para pengemudi dan staff juga sudah melalui pelatihan khusus dan diwajibkan mematuhi peraturan dan pengecekan berkala terhadap bus untuk menjaga fasilitas dan pelayanan serta waktu headway (jarak antar bus) setiap 10 menit.

Sehingga penumpang tidak menunggu lama di halte dan berdesakan di dalam Bus. Budi melihat, di masa pandemi seperti sekarang ini protokol kesehatan mewajibkan penumpang memakai masker, social distancing, menjaga kapasitas kendaraan sebesar 50% dan menyediakan hand sanitizer di dalam Bus.

Bagi masyarakat yang ingin menaiki transportasi ini, Teman Bus saat ini belum dikenai tarif alias gratis hingga 31 Desember 2020. Teman Bus dilengkapi dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte dan jadwal keberangkatan Bus. Aplikasi Teman Bus saat ini bisa diunduh di playstore dan appstore.

Adapun cara pemakaiannya, cukup buka aplikasi Teman Bus kemudian tunggu di halte terdekat dari posisi penumpang yang tertera di aplikasi, siapkan kartu non tunai (Tap Cash BNI, flazz BCA, e-money MANDIRI dan brizzi BRI), naik bus, lalu tempelkan kartu non tunai pada perangkat reader.

Kurang peduli

Djoko Setijowarno, pengamat transportasi
Djoko Setijowarno, pengamat transportasi


Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai hadirnya program BTS ini lantaran kualitas transportasi umum di daerah semakin hari semakin memburuk akibat kepala daerah yang kurang peduli. Diperparah lagi adanya ojek online.

Sehingga Pemerintah Pusat harus turun tangan menata angkutan umum agar masyarakat bisa memperoleh transportasi umum yang nyaman dan murah.

"Mestinya program BTS ini bisa berjalan sejak 2015 silam karena sudah tercantum di dalam RPJMN dan Renstra Perhubungan," ucap Djoko kepada Investor Daily, Kamis (1/10).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN