Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan. (Foto: Primus Dorimulu)

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan. (Foto: Primus Dorimulu)

Kemendag akan Wajibkan Minimarket Suplai Kebutuhan Warung Kecil

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:24 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id) ,Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan membuat aturan berupa Permendag yang mewajibkan minimarket menyuplai komoditas ke warung kecil yang ada di sekitarnya. Ide dan gagasan yang sudah dipikirkan sejak 2004 itu untuk meningkatkan perekonomian warung-warung kecil.

“Saya telah mengundang teman-teman pengusaha yang punya mart-mart itu, saya minta mereka tidak hanya menyuplai minimarket-nya saja, nanti juga yang sudah mempunyai logistik hingga tingkat kabupaten itu juga menyuplai warung-warung kecil di sekitarnya,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam acara Silaturahmi dan Diskusi dengan Pimpinan Redaksi Media Nasional, Jumat (29/7/2022).

Menurut Mendag, dengan adanya aturan tersebut, rantai distribusi perdagangan akan lebih terjaga. Sehingga harga-harga barang-barang di warung kecil tadi pun bisa bersaing dengan minimarket yang ada.

“Misalnya kalau pedagang itu kan warung, ke agen, ke distributor, ke pabrik, membutuhkan proses yang panjang, sehingga mahal, tapi kalau dibantu oleh logistik (minimarket) tadi, harganya bisa murah,” ujar Zulhas.

Baca Juga: Dongkrak Harga TBS di Tingkat Petani, Ini yang Dilakukan Zulkifli Hasan

Peraturan tersebut, lanjut dia, akan berimbas langsung pada perkembangan ekonomi di warung-warung kecil masyarakat. “Warung-warung itu sudah ada, warung itu tempatnya tidak usah bayar (sewa), listrik tidak usah bayar, keamanan tidak bayar, cuma harus didukung distribusi yang langsung itu sehingga murah,” beber Mendag.

Dengan berkembangnya warung-warung kecil tersebut, imbas positifnya akan berdampak pada minimarket itu sendiri. “Nanti kalau warung-warung itu maju, omsetnya banyak kan belanja lagi ke mart-mart itu juga,” kata Mendag.

Pada prinsipnya, kata Mendag, para pengusaha retail besar-besar tersebut menyetujui rencana tersebut. Mendag pun mendorong para pengusaha retail besar tersebut untuk lebih berkonsentrasi bagaimana menembus pasar internasional.

“Saya katakan sudah saatnya perusahaan-perusahaan besar ini keluar. Oleh karena itu kita berharap UMKM bisa ikut dompleng kalau mereka bisa keluar negeri, jadi showcase-nya bisa diisi oleh UMKM apakah pakaian, makanan, apa saja, kami di Kemendag membuat toll way-nya,” ungkap Mendag.

Baca Juga: Mendag: Harga Minyak Goreng Curah di Jawa-Bali di Bawah Rp 14.000/Liter

Terkait hal tersebut, Mendag pun mengaku telah meratifikasi perjanjian perdagangan dengan negara-negara lain. Dia menyebut perjanjian dagang antara Indonesia dengan Korea Selatan dimana sudah dinyatakan bebas bea masuk. Begitu juga dengan Uni Emirat Arab (UEA), yang memberlakukan bebas bea bagi produk-produk Tanah Air. “Jadi kita mau ekspor apa saja bisa saja, mau rendang, mau sayur hingga pakaian bisa,” ucap dia.

Dengan go international, lanjut Mendag, maka Indonesia bisa mulai membanjiri pasar luar negeri dengan produk-produk dalam negeri. “Jadi kita bisa mulai membanjiri produk-produk dalam negeri ke negara-negara lain dengan (perusahaan retail) yang besar-besar ini go internasional. Mereka (perusahaan retail besar) jangan bersaing dengan pasar becek lagi,” ucap Mendag.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com