Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)

Kemendes PDTT Terima 28 Pengaduan Masyarakat Soal Dana Desa

Jumat, 13 Agustus 2021 | 16:27 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id Pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menyatakan, hingga pertengahan tahun 2021 terdapat sebanyak 28 pengaduan. Dari angka tersebut berdasarkan hasil telaah terdapat 6 yang ditindak lanjuti dan 10 yang tidak ditindaklanjuti, karena tidak memenuhi unsur kriteria atau bukti untuk ditindaklanjuti.

Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Ekatmawati menjelaskan, dari yang sudah ditindaklanjuti tersebut kemudian diserahkan kepada inspektorat kabupaten dengan hasil yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 2 pengaduan dan 4 pengaduan yang belum ditindaklanjuti karena belum menerima informasi lebih lanjut.

"Ada penyebab pengaduan tidak dapat ditindaklanjuti, pertama karena identitas pelapor dan contact person tidak jelas atau tidak dilampirkan. Lalu yang kedua, karena pengaduan yang disampaikan tidak dapat menjabarkan adanya indikasi penyelewengan dana desa. Kemudian yang ketiga adanya kelengkapan pengaduan yang tidak dilengkapi bukti-bukti yang jelas tentang penyimpangan penggunaan dana desa," terang Ekatmawati dalam siaran pers, Jumat (13/8/2021).

Dalam mendukung pengawasan dana desa, Inspektorat Jenderal Kemendes PDTT telah memiliki agenda yakni melaksanakan pemantauan dan koordinasi tindak lanjut pengawasan dana desa, melaksanakan telaah atas pengaduan masyarakat tentang dana desa, koordinasi tindak lanjut dengan inspektorat kabupaten/kota untuk melaksanakan joint audit.

"Kami juga melaksanakan sosialisasi kanal pengaduan masyarakat, percepatan tim monitoring ke daerah atas tindak lanjut terkait pengaduan dana desa. Kami juga mengusulkan peningkatan kompetensi auditor melalui diklat teknis dan substantif," jelas Ekatmawati.

Dalam pengawasan dana desa, Kemendes PDTT telah bersinergi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ketiga kementerian ini bersinergi dalam pemantauan dan evaluasi terhadap peraturan bupati/walikota mengenai tata cara pembagian dan penetapan besaran dana desa, realisasi penyaluran Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa (RKD), sisa dana desa di RKUN dan RKD.

"Kami juga bersinergi terhadap penggunaan dana desa sesuai dengan prioritas yang ditetapkan, lalu terhadap ketercapaian hasil penggunaan dana desa dan proses administrasi penyaluran dana desa," jelas Ekatmawati.

Dalam pengawasan dana desa, Kemendes PDTT telah melakukan beberapa upaya pengawasan yakni melalui inspektur investigasi khusus dan pengawasan penggunaan dana desa, pembentukan tim saber pungli yang bekerjasama dengan Kepolisian, Kejaksaan, Ombudsman dan KPK.

"Kita juga membuka unit penanganan pengaduan melalui call center dan SMS center di 1500040 serta Media Sosial Kemendes PDTT. Selain itu juga melalui peningkatan peran pendamping desa dalam mengawasi penggunaan dana desa," tutur Ekatmawati.

Pada 2020 Inspektorat Jenderal Kemendes PDTT menerima 416 pengaduan, dari angka tersebut berdasarkan hasil telaah terdapat 39 yang ditindak lanjuti dan 317 yang tidak ditindaklanjuti karena tidak memenuhi unsur kriteria atau bukti untuk ditindaklanjuti.

"Dari yang sudah ditindak lanjuti tersebut kemudian diserahkan kepada inspektorat kabupaten, dengan hasil yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 4 pengaduan dan 35 pengaduan yang belum ditindaklanjuti karena kami belum menerima informasi lebih lanjut," katanya.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN