Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta . Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Suasana bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta . Foto ilustrasi: SP/Ruht Semiono

Kemenhub Ambil Sejumlah Inisiasi Tekan Biaya Logistik Nasional

Jumat, 26 Februari 2021 | 11:54 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id –Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil sejumlah inisiasi untuk menekan tingginya biaya logistik di Indonesia seperti mendesain pelabuhan untuk menampung kapasitas kargo, mengimplementasikan Truck Identification (TID), dan membatasi usia truk di bawah 20 tahun.

“Inisiasi ini menjadi salah satu Langkah kita untuk membangun struktur konstruksi biaya logistik Indonesia yang lebih baik dan kompetitif di masa mendatang,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono dalam webinar Upaya Menekan National Logistic Cost di Pelabuhan, Kamis (25/2).

Djoko menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi geografis yang strategis namun hingga hari ini, fakta biaya logistik belum menggembirakan. Terkadang tidak tepat bila membandingkan antara Indonesia dan negara-negara Asean seperti Singapura dan Thailand yang biaya logistiknya rendah karena secara geografis tidak setara. Kendati demikian, fakta tersebut perlu dilihat sebagai tantangan untuk mewujudkan Indonesia masuk dalam top list negara berbiaya logistik yang kompetitif.

Rendahnya performa logistik Indonesia yang berujung pada besarnya beban biaya logistik nasional salah satunya dipengaruhi oleh tingginya biaya transportasi. Bagaimanapun transportasi merupakan simpul dalam ekosistem logistik. Pandemi Covid-19 pada awal 2020 lalu telah memukul industri transportasi hingga mengakibatkan seluruh aktivitas transportasi berhenti. Buntutnya, data produk domestik bruto di kuartal 4 tahun 2020 memperlihatkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan Indonesia turun di minus 15%.

Dari sisi udara mengalami penurunan paling dalam lebih dari 15%. Sedangkan sektor rel kereta api terkontraksi 42,34%, darat 5,34%, dan laut terkontraksi sekitar 4,57%. Untuk itu, upaya-upaya dalam menurunkan biaya logistik dari aspek transportasi akan memberikan nilai tambah bagi produk-produk dan peningkatan kualitas.

Selain itu, perbaikan-perbaikan tersebut juga Djoko harapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional di antaranya dengan cara meningkatkan efisiensi sistem transportasi nasional yang meliputi integrasi moda-moda transportasi baik darat, jalan kereta api, laut, maupun udara.

Lebih khusus lagi, di era ini beberapa sektor penting akan mengandalkan sektor logistik seperti biaya peti kemas yang dapat ditekan hingga berdampak positif terhadap industri dan ekonomi Indonesia melalui peningkatan infrastruktur pendukung logisitk dan peningkatan kualitas pelayanan di pelabuhan karena pelabuhan menjadi kunci dalam rantai logistik.

Dengan melakukan perbaikan terhadap pelabuhan dalam ekosistemnya, maka akan dapat memperbaiki keseluruhan rantai pasok. Tidak saja terkait pelabuhan logistik Indonesia yang masih memiliki permasalahan pada inefisiensi seperti duplikasi dan repetisi submission antara Kementerian/Lembaga dan tingkat penerapan automasi yang belum merata karena masih ada yang belum online submission, tetapi juga belum adanya platform logistik dari hulu sampai hilir sebagai tolok ukur dari efisiensi rantai suplai perdagangan atau kinerja logistik.

Hal ini mengacu pada indeks daya saing rantai pasok logistik yang merupakan tulang punggung perdagangan dan bisnis internasional transportasi sebagai salah satu simpul dalam sistem logistik. Oleh karenanya, Kemenhub mengambil inisitiaf di bidang transportasi ini.

Di samping itu, Kemenhub juga menerapakan autocad system untuk mengimbau serta mengawasi inefisiensi di lapangan sekaligus melaksanakan ramcek truk di pelabuhan untuk mengefisiensikan pergerakan truk melalui skema container consolidation guna memperketat pengawasan, penerapan, dan pelayanan 24 jam selama seminggu dan rencana kolaborasi aksi antara Inaportnet dan Indonesia National Single Window (INSW) untuk mendukung platform National Logistic Ecosystem (NLE).

Termasuk beberapa upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan layanan transprortasi dan mendukung pelaku usaha jasa transportasi berdasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 110/pmk .03/2020, kemudian membangun sistem transportasi berbudaya higienis dan humanis, menerapkan pelayanan transportasi yang lebih terdigitalisasi, mempertimbangkan subsidi dari pemerintah yang lebih besar dan atau menaikkan tarif oleh pelaku jasa transportasi dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat, dan terakhir membangun budaya baru yang harus diikuti melalui perubahan perilaku masyarakat pengguna jasa transportasi dengan patuh dan tertib protokol kesehatan.

Djoko berharap, agar Pelindo baik 1, 2, 3, maupun 4 selaku operator pelabuhan dapat merilis item-item yang akan diturunkan biayanya dan menjadi stimulus ekonomi di masa pandemi dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 sebesar 5% dari sektor transportasi laut. Ia menargetkan, penurunan tarif logistik dapat diwujudkan pada kuartal II tahun 2021.

“Tentu, peran aktif dan sinergitas dari semua pihak akan bermanfaat dalam menekan biaya logistik Indonesia,” tutupnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN