Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Danau Toba. Foto ilustrasi: IST

Danau Toba. Foto ilustrasi: IST

Kemenhub Apresiasi Peluncuran Buku Infrastructure Investment in Indonesia

Thresa Sandra Desfika, Selasa, 21 Januari 2020 | 18:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengapresiasi atas diluncurkannya buku hasil penelitian internasional yang dilaksanakan oleh University of Melbourne yang digawangi Colin Duffield bekerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Buku tersebut bertajuk Infrastructure Investment in Indonesia: a Focus on Ports.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Prof. Wihana Kirana mengungkapkan, dari hasil studi tersebut bisa dijadikan referensi bagi Indonesia dalam pengelolaan dan peningkatan daya saing pelabuhan.

“Buku ini sangat memberi inspirasi pada Kementerian Perhubungan dalam melihat kelebihan yang ada di Australia mengenai perkembangan pelabuhan, terutama melihat ekosistemnya, kedua regulasinya, ketiga sistem prosedur, dan keempat kita juga ingin belajar tentang SDM,” terang Wihana saat menyampaikan keynote speech mewakili menteri perhubungan di acara peluncuran buku Infrastructure Investment in Indonesia, Jakarta, Selasa (21/1).

Wihana mengatakan bahwa buku ini memberikan vitamin baru khususnya bagi Kemenhub dalam melihat aspek infrastruktur pelabuhan dan ekosistem pelabuhan.

Lebih lanjut, ia menambahkan, Indonesia bisa belajar dari Australia terutama dalam pengembangan pelabuhan. Misalnya, di Labuan Bajo, pemerintah akan mengembangkannya sebagai pelabuhan khusus melayani turis dan dari studi ini bisa dilihat tentang integrasi antarmoda.

“Kita bisa belajar bagaimana caranya mengintegrasikan antarmoda. Bagaimana peran pelabuhan kita bisa mendukung pariwisata lima Bali Baru, mulai dari Sumatera ada Danau Toba, lalu Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, dan Likupang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wihana menambahkan, persoalan klasik yang ada di Indonesia ialah terkait kewenangan mengenai pengelolaan pelabuhan, di mana saat ini terdapat beberapa kementerian atau lembaga terkait yang kewenangannya harus diatur supaya pelabuhan di Indonesia lebih produktif, efisien, dan memberikan hasil yang lebih maksimal.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha mengatakan, Kemenhub terus mendorong kesempatan untuk berusaha serta membuka peluang bagi swasta untuk mengelola pelabuhan guna meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia.

"Kepastian konektivitas jaringan menjadi sangat penting untuk menarik kapal datang ke pelabuhan. Begitu pun dengan akses darat harus kita dorong salah satunya dengan mendekatkan area industri dengan pelabuhan,” kata Arif.

Selanjutnya, Arif juga mengapresiasi, atas diluncurkannya buku Infrastructure Investment in Indonesia: a Focus on Ports ini.

“Buku ini sangat menarik dan komprehensif sehingga dapat memberikan referensi bagi Pemerintah dalam pengambilan kebijakan pengelolaan pelabuhan di Indonesia serta menjadi pemacu bagi kita untuk lebih baik lagi,” tutur Arif.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA