Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pesawat Garuda Indonesia di bandara international I gusti Ngurah Rai, di Bali, Jumat (25/10/2019).

Pesawat Garuda Indonesia di bandara international I gusti Ngurah Rai, di Bali, Jumat (25/10/2019).

Kemenhub Cabut Aturan Batas Usia Pesawat Komersial

Jumat, 10 Juli 2020 | 16:57 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencabut peraturan batas usia pesawat udara yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga.

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 27 tahun 2020 tentang Pencabutan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 155 tahun 2016 tentang Batas Usia Pesawat Udara yang Digunakan untuk Kegiatan Angkutan Udara Niaga. Permenhub 27/2020 ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 13 Mei 2020 dan diundangkan pada 18 Mei 2020.

"Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 155 tahun 2016 tentang Batas Usia Pesawat Udara yang Digunakan untuk Kegiatan Angkutan Udara Niaga (Berita Negara Republik Indonesia tahun 2016 Nomor 93) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," bunyi pasal 1 Permenhub 27/2020 yang dikutip pada Jumat (10/7).

Dalam Permenhub 27/2020 disebutkan bahwa pertimbangan pencabutan Permenhub 155/2016 adalah salah satunya untuk meningkatkan investasi di bidang penerbangan.

Adapun pada Permenhub 155/2016, yakni peraturan yang dicabut, disebutkan batasan usia pesawat udara yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga.

Pasal 3 ayat 1 berbunyi pesawat kategori transpor untuk angkutan udara penumpang yang didaftarkan dan dioperasikan untuk pertama kali di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 15 tahun; pasal 3 ayat 2 menyatakan pesawat terbang selain kategori transpor untuk angkutan udara penumpang yang didaftarkan dan dioperasikan untuk pertama kali di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 20 tahun; pasal 3 ayat 3 menetapkan pesawat terbang kategori transpor dan pesawat terbang selain kategori transpor untuk angkutan udara khusus kargo (freighter) yang didaftarkan dan dioperasikan untuk pertama kali di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 30 tahun; pasal 4 ayat 4 menyebutkan helikopter yang didaftarkan dan dioperasikan untuk pertama kali di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 20 tahun.

Selanjutnya, pasal 5 ayat 1 berbunyi pesawat terbang kategori transpor untuk angkutan udara penumpang yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 35 tahun; pasal 5 ayat 2 mengungkapkan pesawat terbang selain kategori transpor untuk angkutan udara penumpang yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 45 tahun; pasal 5 ayat 3 menyebutkan pesawat terbang untuk angkutan udara khusus kargo (freighter) yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 45 tahun; pasal 5 ayat 4 mengatakan helikopter yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia paling tinggi berusia 45 tahun.

Sementara itu, pengamat penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie menilai, usia pesawat itu sepatutnya memang tidak dibatasi. "Kalau kita peduli terhadap keselamatan, yang diperiksa itu kedisiplinan dan perawatan pesawat bukan usia pesawat. Aneh saja kalau usia pesawat itu diatur," ujar Alvin Lie.

Namun demikian, pasal 26 Undang-Undang Penerbangan No. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan menyatakan pendaftaran pesawat udara sebagaimana dimaksud dalam pasal 25 diajukan oleh pemilik atau yang diberi kuasa dengan persyaratan. Kemudian, pasal 26 poin c menyatakan, memenuhi ketentuan persyaratan batas usia pesawat udara yang ditetapkan oleh menteri.


 

 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN