Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uji coba publik MRT Jakarta. Foto: IST

Uji coba publik MRT Jakarta. Foto: IST

Kemenhub Dorong Penerapan Intelegensi Buatan pada Sistem Transportas

Rabu, 5 Agustus 2020 | 18:09 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong secara maksimal penerapan sistem intelegensi buatan dan protokol kesehatan pada transportasi di tengah pandemi Covid-19. 

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi Covid-19, masyarakat masih dalam kewaspadaan tinggi untuk menggunakan angkutan umum, terutama karena ada interaksi dengan pengguna lain. Untuk itu, pemerintah berusaha keras melakukan upaya pemulihan dengan memastikan ketersediaan dan layananan angkutan umum masal yang melaksanakan penyesuaian dengan penerapan protokol kesehatan.

“Pemerintah juga mendorong secara maksimal penerapan intelligent system dan protokol kesehatan, seperti contactless ticketing, cashless payment, digital information, application system, dan disiplin physical distancing,” ujar Menhub dalam diskusi online, Rabu (5/8).

Dia menambahkan, secara spesifik terkait dengan pengembangan transit atau perpindahan moda, tentunya tidak terlepas dari pengembangan sistem trunk dan feeder. Trunk sebagai sistem transportasi massal layaknya MRT, BRT, dan LRT tentunya memerlukan dukungan dari sistem feeder atau sistem pengumpan sebagai first mile dan last mile, melalui moda angkutan dengan ukuran yang lebih kecil dan fleksibel.

“Dengan pesatnya pertumbuhan permintaan perjalanan harian penduduk di wilayah perkotaan serta perubahan pola pergerakan yang dinamis, maka pendekatan penyediaan layanan feeder konvensional kurang dapat diandalkan, sehingga diperlukan sistem yang mampu melayani kebutuhan perjalanan masyarakat secara fleksibel dan dapat dijangkau secara real time,” ujar Budi.

Ride Hailing Dimanfaatkan
Menhub menjelaskan lebih lanjut, keberadaan sistem ride hailing dapat dimanfaatkan untuk mengisi kebutuhan layanan feeder guna mendukung layanan transportasi massal perkotaan secara optimal. Dengan basis layanan yang bersifat on-demand services, layanan ride hailing memiliki keunggulan dibanding feeder konvensional, yakni menghadirkan kemudahan akses di mana pun dan kapan pun dibutuhkan, khususnya dalam melayani kebutuhan first mile dan last mile.

Menhub berharap dengan pengembangan sistem transit yang andal serta keterpaduannya dengan ride hailing, era mobility as a services dapat terwujud. Era ini di mana perjalanan dapat dilakukan oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, dan ke mana pun dengan memanfaatkan layanan transportasi yang selalu tersedia, tanpa harus bergantung pada kepemilikan atas kendaraan pribadi.

“Maka dari itu, integrasi antarmoda merupakan solusi utama dalam memenuhi kebutuhan perjalanan di wilayah metropolitan, dengan tetap bertumpu pada nilai kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna jasa transportasi,” tutur Menhub.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN