Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu armada Garuda Indonesia. Foto: IST

Salah satu armada Garuda Indonesia. Foto: IST

Kemenhub Imbau Maskapai Optimalkan Rute Domestik

Thresa Sandra Desfika, Senin, 24 Februari 2020 | 16:32 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau maskapai mengoptimalkan rute penerbangan domestik guna mengantisipasi utilitas pesawat yang berkurang akibat efek multiplier virus korona.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Komunikasi Adita Irawati menjelaskan, epidemi virus korona di Tiongkok, membuat pemerintah menyetop sementara penerbangan dari dan ke negeri tersebut. Dampaknya, sejumlah maskapai nasional terpaksa menghentikan sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok yang berpotensi dapat mengurangi utilitas pesawat.

"Kita memang sempat minta maskapai mengisi utilitas kursi yang kosong untuk di-reroute ke negara-negara seperti Australia dan negara-negara di Asia Selatan. Sampai saat ini ada beberapa opsi, tapi itu tergantung maskapai dalam review internal mereka," ujar Adita di Jakarta, Senin (24/2).

Namun kemudian, jelas Adita, potensi mengalihkan penerbangan ke negara lain di luar Tiongkok juga saat ini dinilai kurang menguntungkan dengan melihat perkembangan yang ada di mana banyak maskapai yang mulai membatasi penerbangan internasionalnya.

"Banyak event di luar negeri juga dibatalkan karena virus korona. Jadi, secara natural orang akan batasi perjalanan ke luar negeri. Jadi, yang sudah jelas kenapa tidak di dalam negeri saja (dioptimalkan penerbangannya)," imbuh Adita.

Adita menyebutkan, setidaknya ada tiga destinasi dalam negeri yang berpotensi untuk dioptimalkan penerbangannya oleh maskapai, yakni Bali, Kepulauan Riau, dan Sulawesi utara. Ketiga daerah itu selama ini dikenal banyak dikunjungi wisatawan asal Tiongkok.

"Pintu masuk turis China (Tiongkok) selama ini adalah Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Bali. Tiga titik ini prioritas untuk dibantu bagaimana agar wisatawan domestik tetap banyak. Jadi, untuk penerbangan dalam negeri kita dorong. Yang di luar negeri, tetap kita lakukan tapi memang perlu realistis," ujar Adita.

Dia menambahkan, untuk menarik minat masyarakat untuk terbang mengunjungi destinasi wisata dalam negeribperlu didorong dengan tarif pesawat yang lebih terjangkau. Oleh karenanya, demi menghadirkan tarif pesawat yang lebih terjangkau, maka maskapai perlu diberikan insentif agar tak merugi.

"Insentif secara prinsip sudah disetujui. Angkanya masih dikalkulasi dan teknisnya seperti apa sedang dibahas terus menerus dan belum diputuskan," terang Adita.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN