Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kapal di pelabuhan. Foto ilustrasi: IST

Kapal di pelabuhan. Foto ilustrasi: IST

Kemenhub Patuhi Imbauan IMO Soal Antisipasi Virus Korona

Thresa Sandra Desfika, Rabu, 5 Februari 2020 | 16:27 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengawasi ketat pelaksanaan imbauan International Maritime Organization (IMO) terkait peningkatan pengawasan dan pencegahan terhadap masuknya virus korona ke Tanah Air.

 

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengungkapkan, IMO mengimbau seluruh negara anggotanya termasuk Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan terhadap virus korona untuk awak kapal, penumpang, dan semua orang yang berada di atas kapal. Namun, dipastikan kegiatan pelayaran dari dan ke Tiongkok tetap beroperasi seperti biasa dengan memperketat pengawasan dan pemeriksaan kapal-kapal yang masuk ke Indonesia.

 

“Sejak awal, Indonesia telah melaksanakan imbauan IMO yang tertuang dalam Surat Edaran (Circular Letter) Nomor 4204 tertanggal 31 Januari 2020 perihal Novel Corona Virus (2019-nCoV) guna mengantisipasi penyebaran virus Korona yang telah ditetapkan oleh WHO sebagai global epidemic dengan status darurat global,” jelas Ahmad dalam keterangannya, Rabu (5/2).

 

Dalam surat edaran itu, IMO juga menyampaikan informasi dan pedoman rekomendasi dari WHO tentang tindakan pencegahan yang perlu dilakukan dalam rangka meminimalisir resiko terjangkitnya virus korona terhadap pelaut, penumpang, dan orang yang berada di atas kapal.

 

“WHO dan IMO menyarankan bahwa tindakan untuk membatasi risiko penyebaran virus korona harus dilaksanakan tanpa pembatasan pada lalu lintas internasional,” kata Ahmad.

 

Lebih jauh, Ahmad menyampaikan, pengiriman barang atau kargo dari dan ke Tiongkok baik melalui pelabuhan maupun bandara akan tetap berjalan seperti biasa dan pengiriman hewan hidup (life animal) dari Tiongkok akan dihentikan sementara.

 

“Sebagaimana arahan menteri perhubungan, pengiriman kargo melalui jalur laut tetap berjalan seperti biasa, kecuali pengiriman hewan hidup dari Tiongkok dihentikan. Lebih lanjut, kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) akan mengkoordinasikan pelaksanaannya bersama para operator pelabuhan dan stakeholder terkait,” terang Ahmad.

 

Selain itu, Ahmad menyebutkan, pihaknya juga telah menginformasikan kepada semua pemangku kepentingan agar menyebarluaskan informasi untuk memastikan bahwa pelaut, penumpang, dan orang lain yang berada di atas kapal diberikan informasi yang akurat dan relevan tentang wabah virus korona.

 

Begitupun ketika kapal melakukan kegiatan dari dan ke pelabuhan di negara yang terkena virus korona agar mengurangi risiko paparan atau kontak langsung serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

 

“Kami telah menginstruksikan kepada para kepala kantor UPT (unit pelaksana teknis) di seluruh Indonesia agar mengedarkan informasi terkait antisipasi pencegahan virus korona kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pelayaran dan instansi terkait lainnya di wilayah kerja masing-masing,” tutup Ahmad.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN