Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Budi Karya Sumadi. Foto: IST

Kemenhub Siapkan Kereta Tanpa Rel di Ibu Kota Baru

Thresa Sandra Desfika, Jumat, 20 September 2019 | 23:16 WIB

JAKARTA, investor.id  – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan konsep pengembangan transportasi berteknologi tinggi dan ramah lingkungan di ibu kota baru di Kalimantan Timur.  Adapun salah satu moda transportasi yang diperhitungkan untuk digunakan adalah transporasi massal bernama autonomus rail rapid transit (ART) atau kereta tanpa rel.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, transportasi massal menjadi angkutan utama yang digunakan oleh masyarakat di ibu kota baru. "Angkutan massal yang dibangun di ibu kota baru di antaranya adalah kereta api karena ramah lingkungan, kapasitasnya banyak, dan waktunya juga tepat. Salah satu jenis kereta api yang berteknologi tinggi yang bisa digunakan yaitu autonomous rail rapid transit atau kereta tanpa rel," ujar Budi Karya dalam keterangannya, Jumat (20/9).

Dia menjelaskan, penggunaan ART ini dapat menekan biaya investasi karena tanpa perlu membangun jalur kereta api. Namun demikian, Menhub mengatakan, masih akan mengkaji lebih lanjut karena ini termasuk teknologi yang baru.

"Karena investasi rel itu mahal sekali, 1 km itu bisa sampai Rp200-300 miliar, kalau eleveted bisa Rp 400 miliar. Kalau ini, ART tanpa menggunakan rel sehingga menekan harga. Tapi teknologinya ini kan baru, jadi kita gunakan dulu bus gandeng. Tapi untuk ke depannya, konsep yang disiapkan adalah ART," jelas Menhub Budi.  

Selain itu, Budi menekankan, prasarana transportasi yang ada di ibu kota baru yang terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sudah cukup memadai sehingga tidak membutuhkan investasi menggunakan APBN yang terlalu banyak.

“Untuk transportasi itu tidak mengeluarkan investasi yang terlalu banyak dari APBN karena modal dari Kalimantan Timur prasarana transportasinya sudah relatif baik dan banyak,” sebut Menhub.

Menhub memberikan, contoh di mana bandara di Balikpapan maupun di Samarinda telah dikelola dengan baik oleh PT Angkasa Pura I sehingga tidak memerlukan lagi APBN untuk pengelolaan maupun untuk investasi pembangunannya.

Sedangkan di sektor transportasi lainnya seperti kereta api, jalan tol, dan pelabuhan, Menhub menyebutkan, swasta akan turut dilibatkan dalam pembangunannya.

“Pembangunannya bisa dilakukan dengan swasta. Jadi dengan swasta yang menginvestasikan, jika pun defisit, kita hanya memberikan available payment yang kita bayar secara jangka panjang," jelas Menhub.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA