Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sumber: BSTV

Kemenhub Siapkan RPP soal Bandara Perairan

Jumat, 15 Oktober 2021 | 18:14 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) untuk bandara perairan dalam mendukung pariwisata nasional.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan sehingga seaplane atau pesawat apung, dengan prasarananya yang berupa bandara perairan, sangat potensial untuk dikembangkan menjadi moda transportasi antarpulau, khususnya dalam meningkatkan pariwisata.

"Pembangunan bandar udara perairan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif transportasi serta dapat meningkatan nilai tambah dari kegiatan pariwisata," kata Budi dalam Public Expose RPP Bandar Udara Perairan dalam Mendukung Pariwisata Nusantara Melalui Kolaborasi Anak Bangsa secara daring, Jumat (15/10).

Dia mengungkapkan, saat ini pengaturan transportasi pesawat apung dan bandara perairan di Indonesia masih sangat umum bahkan terbilang minim. Hal tersebut karena masih mengacu pada peraturan di bidang transportasi udara saja. Sedangkan, pesawat apung dan bandara perairan dalam praktiknya juga berkaitan dengan sektor perhubungan laut.

"Ketentuan yang ada harus dimodifikasi dan dikontekstualkan dengan kebutuhan operasi water base," kata Budi.

Selain itu, tambah dia, juga harus ada usaha harmonisasi intens antara peraturan penerbangan dan pelayaran termasuk kerja sama antarkementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha, hingga akademisi dalam penyusunan peraturan sehingga bersifat holistik.

"Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalma penyusunan konsep RPP Bandar Udara Perairan," jelas Menhub.

Lebih jauh, dia menyampaikan, dalam pengembangan bandara perairan ke depan pun harus dikaji dari segi pembiayaanya. Hal itu agar tidak harus mengandalkan APBN, namun tetap feasible untuk dikembangkan oleh sektor swasta.

"Bandar udara perairan di Indonesia bukan hal yang mudah. Butuh skema pendanaan kreatif dan harus kita berikan suatu rekomendasi," ucap Budi Karya.

Budi mengatakan, pengembangan moda transportasi pesawat apung dan bandara perairan pun dapat mendukung konektivitas di wilayah terpencil dan perbatasan.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) Umar Aris mengungkapkan, pihaknya bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusun RPP bandar udara perairan ini. RPP itu kini sedang dilakukan uji publik untuk mendapatkan masukan secara lebih komprehensif.

"Kajian ini respon dari fenomoena perkembangan meningkatnya permintaan transportasi water to water atau water to land melalui pengunaan pesawat apung," terang Umar Aris.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN