Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Kemenhub Terus Siagakan 2 Kapal Isoter dan 4 Bandara Hingga H+5 Penutupan PON XX

Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:14 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan dua kapal isolasi terpusat (Isoter) dan empat bandara tetap bersiaga hingga H+5 penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua atau sampai 20 Oktober 2021.

Adapun dua kapal yang disiagakan dalam rangka mendukung kegiatan PON XX, yakni Kapal KM Tidar di Jayapura dan KM Sirimau di Merauke. Sedangkan, keempat Bandara, yaitu Bandara Sentani di Jayapura, Bandara Mozes Kilangin di Timika, Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, dan Bandara Mopah di Merauke.

Menhub mengatakan, hal ini merupakan tindak lanjut hasil evaluasi pelaksanaan PON XX di Papua.

Dalam evaluasi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) meminta para menteri, termasuk Menhub, untuk tetap mengawasi para peserta yang masih ada di Papua hingga H+5  penutupan PON. Penutupan PON dijadwalkan pada 15 Oktober 2021.

“Saya telah instruksikan kepada direktur jenderal perhubungan laut agar kedua kapal isoter tersebut tetap berada di Papua hingga H+5 penutupan PON XX dan memastikan seluruh pasien yang dirawat di isoter ditangani dengan baik,”  ujar Menhub dalam keterangan resmi, Selasa (12/10).

KM Tidar telah berada di Jayapura sejak 12 Agustus 2021 atau sebelum penyelenggaraan PON sebagai tempat isoter dalam rangka mengendalikan pandemi Covid-19 di Jayapura. Sedangkan, KM Sirimau telah berada di Merauke sejak 27 September 2021 setelah mengakhiri tugas sebagai kapal isoter di Sorong.

KM Tidar memiliki kapasitas 929 bed (873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk tenaga kesehatan/nakes). Sedangkan, KM Sirimau dengan kapasitas 460 bed (449 bed untuk pasien dan 11 bed untuk nakes).

Saat ini, pasien isoter di KM Tidar terisi sebanyak total 15 orang. Terdiri 14 orang dari klaster PON dan satu) orang dari klaster umum.

“Keberadaan kedua kapal isoter ini diharapkan dapat membantu pengendalian penyebaran Covid-19 di Papua,” tutur Menhub.

Kapal isoter ini dapat menjadi alternatif ruang isolasi bagi para pasien Covid-19 tanpa gejala sehingga mempercepat kesembuhan dibandingkan dengan melakukan isolasi mandiri di rumah. Selain itu, dengan isolasi di kapal, diharapkan dapat membatasi ruang gerak penyebaran Virus Covid -19 karena mobilitas pasien hanya dilakukan di atas kapal.

Lebih lanjut Menhub memaparkan selain kapal isoter, Kemenhub juga telah menyiapkan empat bandara serta telah berkoordinasi dengan operator maskapai guna memfasilitasi kepulangan para atlet dan tim official dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pemulangan atlet-atlet PON melalui bandara telah kita pastikan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat baik oleh pihak bandara maupun maskapai. Kita juga telah mengimplementasikan aplikasi Peduli Lindungi dan memastikan semua yang berangkat sudah melakukan vaksin dan tes PCR,” ujar Menhub.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN