Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto ilustrasi:   BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto ilustrasi: BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao

Kemenhub-Kemenkeu Integrasi Data, Layanan di Priok Lebih Cepat

Minggu, 28 November 2021 | 15:09 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id   – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai integrasi data secara digital dapat mempercepat pelayanan kepelabuhanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dengan demikian, melalui digitalisasi, diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan nasional.

Salah satunya adalah mengintegrasikan data yang dimiliki Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lewat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) lewat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk digitalisasi dokumen surat penyerahan peti kemas (SP2) Bea Cukai serta penerapan layanan single truck identification data (STID).

Menhub mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain, maka perlu memberikan layanan kepelabuhanan yang lebih mudah, murah, dan cepat.

“Kita ingin daya saing ini dapat ditunjukkan oleh Pelabuhan Tanjung Priok. Karena pelabuhan ini mengelola hampir 70% kegiatan ekspor impor nasional,” kata Menhub dalam keterangan resmi, Minggu (28/11).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

Menhub mengungkapkan, sejumlah upaya yang tengah dilakukan, antara lain mengintegrasikan data yang dimiliki Kemenhub dan Kemenkeu untuk digitalisasi dokumen SP2 Bea Cukai serta penerapan layanan STID.

“Satu proses layanan yang sebelumnya dilakukan masing-masing sekarang bisa dilakukan secara digital dan terintegrasi sehingga lebih cepat dan mudah,” ucap Menhub.

SP2 merupakan dokumen yang harus diserahkan oleh pelaku usaha untuk mengeluarkan peti kemas dari dalam pelabuhan. Sementara, STID adalah identitas dari truk-truk yang terdata secara terpusat yang digunakan untuk melakukan transaksi gate in/out di semua terminal Pelabuhan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani, mengatakan, pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan Kemenhub untuk mempermudah layanan kepelabuhanan.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan kepelabuhanan ini merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistic Ecosystem/NLE). Melalui implementasi NLE, diharapkan layanan kepelabuhanan menjadi lebih efisien, terintegrasi, dan transparan. Dengan begitu, diharapkan biaya logistik dapat ditekan, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan nasional dalam kegiatan ekspor-impor yang dapat mendongkrak perekonomian nasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN