Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani

Sri Mulyani

Kemenkeu Berkomitmen Dorong Digitalisasi hingga Pelosok Negeri

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:53 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA- Kementerian Keuangan berkomitmen untuk mendorong beragam inisiatif untuk memanfaatkan peluang digitalisasi yakni melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika, pemerintah telah meluncurkan gerakan 1.000 startup yang mendorong pembentukan startup baru berbasis IT hingga 2024.

“Kami juga memberikan pada tahap tertinggi perkembangannya, pemerintah memberikan dukungan penuh untuk unicorn dan decacorn serta melalui program pendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta regulasi, dan pembangunan infrastruktur untuk pembangunan infrastruktur ini,”tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam  Southeast Asia Development Symposium  (SADS) The New Normal: Driving Economic Recovery through Digital Innovation, Rabu (21/10).

Ia memastikan akan tetap berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas di seluruh negeri. Pasalnya Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar, sehingga perlu untuk mempercepat perkembangan ekonomi digital.

Untuk tahun lalu, pemerintah telah meraih tonggak sejarah dalam hal pengembangan konektivitas melalui pembangunan proyek palapa ring broadbrand dengan menggunakan pendanaan melalui kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan pembangunan jaringan serat optik sepanjang 35 ribu kilometer.

“Jaringan data broadband ini tidak hanya mendukung pertukaran data berkualitas tinggi untuk komunikasi, tetapi juga untuk memberikan layanan pendidikan dan kesehatan berkualitas yang terhubung di seluruh negeri,”jelasnya.

Sri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan transformasi digital menjadi hal yang penting di Indonesia.

“Proyek ini diharapkan dapat memberikan akses internet berkecepatan tinggi kepada masyarakat Indonesia, setara, dan terjangkau. Di sisi lain, reformasi struktural kami fokus pada peningkatan produktivitas dan daya saing, industrialisasi dan inovasi,”ujarnya.

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa arah belanja pemerintah daerah untuk digitalisasi di daerah akan dialokasikan sesuai peruntukannya. Ini semua untuk memastikan bahwa mereka dapat mengakses semua infrastruktur yang baru saja kami sediakan untuk seluruh wilayah Indonesia.

Arah Kebijakan 2021

Menkeu menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah di 2021 untuk mendorong reformasi, termasuk digitalisasi dan inovasi. Dengan tema besar kebijakan mempercepat pemulihan ekonomi dari Covid-19 dan diperkuat terutama memanfaatkan peluang dari pandemi Covid-19.

Ia mengatakan bahwa dalam APBN 2021, pemerintah telah menganggarkan Rp 29,6 triliun atau US$ 2 miliar untuk belanja di bidang TIK.

“Kami tidak akan menyia-nyiakan krisis Covid -19 ini. Jadi kami mempercepat reformasi, bahkan lebih cepat. Defisit fiskal untuk tahun depan ditetapkan sebesar 5,7% dari PDB, mendukung proses pemulihan, tetapi yang terpenting dalam investasi TIK untuk pengembangan sektor TIK,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pemerintah menggunakan APBN untuk belanja TIK untuk mendorong konektivitas dan akselerasi transformasi digital untuk penyelenggaran pemerintahan, sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang efisien dan cepat dibidang pendidikan , kesehatan dan pemerintahan.

Pasalnya hingga saat ini masih ada 12.000 desa yang belum tersambung dengan akses internet. Sehingga pemerintah menargetkan sekitar 4000 desa dan kecamatan di Indonesia dapat tersenuh akses internet di tahun depan, untuk mewujudkan digitalisasi.

“Hal ini untuk mewujudkan tujuan ini menjadi lebih digital dan mengikuti industri 4.0, kami akan memastikan bahwa infrastruktur akan menjangkau daerah yang paling terpencil”jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Asian Development Bank (ADB), Masatsugu Asakawa, mendorong negara-negara di Asia Tenggara untuk memperluas investasi pada infrastruktur digital dan memastikan akses yang adil ke teknologi seiring upaya pemulihan dari pandemi penyakit virus korona (Covid -19).

“Kita harus mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan investasi di infrastruktur digital, dengan membangun lebih banyak lagi jaringan pita lebar dengan kualitas yang lebih tinggi, serta memastikan akses dan cakupan internet dengan harga terjangkau,” kata Masatsugu

Langkah untuk mengurangi kesenjangan digital dengan cara meningkatkan akses ke layanan sosial dasar, seperti kesehatan dan pendidikan, serta akses ke layanan keuangan. Investasi semacam itu akan membuat negara-negara lebih siap untuk mengatasi ketimpangan pendapatan dan disparitas peluang akibat pandemi.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa terdapat lima bidang kebijakan penting yang dapat mendukung perekonomian negara berkembang di Asia Tenggara yang sejalan dengan kembalinya negara-negara tersebut ke pertumbuhan berkelanjutan

Pertama, mengatasi disparitas regional dan memastikan akses yang lebih adil ke teknologi, termasuk perluasan investasi pada infrastruktur digital untuk mengatasi “kesenjangan digital”, sambil turut meningkatkan keamanan siber.

Kedua, memfasilitasi pemulihan yang hijau dan berdaya tahan dengan mendorong investasi yang menggerakkan kegiatan perekonomian menuju praktik-praktik rendah karbon dan berdaya tahan.

Ketiga, memperkuat kerja sama dan integrasi regional dengan meningkatkan konektivitas digital lintas batas negara, sistem pabean elektronik (e-customs), dan sistem pelacakan kargo elektronik. Keempat, memperdalam kapasitas kelembagaan untuk memobilisasi sumber daya domestik guna membiayai layanan publik, sembari memastikan keberlanjutan utang.

Kelima, menginkubasi, mengembangkan, dan mengumpulkan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan kewirausahaan dan teknologi, yang didukung oleh ekosistem keuangan, akademis, dan dunia usaha yang disatukan guna membantu menyiapkan pertumbuhan berbasis teknologi.

“Seiring makin pentingnya digitalisasi sebagai bagian dari pemulihan ekonomi dalam jangka lebih panjang, para peserta mendiskusikan bagaimana cara meningkatkan pemulihan ekonomi melalui inovasi digital, cara memupuk lingkungan untuk adopsi teknologi, serta cara memanfaatkan teknologi untuk perawatan kesehatan dan pembelajaran jarak jauh,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN