Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Surat utang negara, obligasi ritel Indonesia, atau pun surat berharga. Foto Ilustrasi: Ist

Surat utang negara, obligasi ritel Indonesia, atau pun surat berharga. Foto Ilustrasi: Ist

Kemenkeu: Investor Domestik Dominasi Penawanan Lelang SUN

Selasa, 14 September 2021 | 20:24 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima pembiayaan Rp 21 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (14/9).

Mayoritas bid pada lelang hari ini berasal dari investor domestik dengan persentase mencapai 89,2% dari total bid yang masuk. Seri-seri yang paling diminati investor adalah tenor 5, 10 dan 20 tahun dengan total 69% dari total bid yang masuk.

“Sedangkan demand dari investor asing yang terbanyak berada pada tenor 20 dan 10 tahun,” ucap Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Deni Ridwan dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (14/9).

Demand investor pada lelang dinilai berjalan solid dengan incoming bids sebesar Rp 80,665 triliun dari target indikatif sebesar Rp 21 triliun. Hal ini didukung oleh kondisi pasar keuangan domestik yang bergerak relatif stabil di saat likuiditas di pasar masih tinggi.

“Di sisi lain, pelaku pasar bersikap wait and see terkait rilis data inflasi US dan arah kebijakan The Fed terkait tapering ke depan,” ucap Deni.

Denny mengatakan dengan mempertimbangkan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, yield /imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder, serta pemenuhan supply SUN dari pasar perdana, Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 21 triliun  dengan bid to cover ratio sebesar 3,84 kali.

Adapun seri SUN yang dilelang adalah seri SPN03211215 (new issuance), SPN12220915 (new issuance), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0088 (reopening), FR0092 (reopening) dan FR0089 (reopening). 

Deni mengatakan mayoritas bid pada lelang hari ini berasal dari investor domestik dengan persentase mencapai 89,2% dari total bid yang masuk. Seri-seri yang paling diminati investor adalah tenor 5, 10 dan 20 tahun dengan total 69% dari total bid yang masuk.

“Sedangkan demand dari investor asing yang terbanyak berada pada tenor 20 dan 10 tahun,” ucap Deni.

Menurutnya investor masih terlihat agresif dalam mengikuti lelang SUN hari ini, yang tercermin pada penurunan Weighted Average Yield untuk semua seri obligasi negara yang dimenangkan apabila dibandingkan dengan Weighted Average Yield pada lelang sebelumnya, yaitu sekitar 1 sampai 3 basis poin.

“Penurunan tertinggi pada Weighted Average Yield untuk obligasi negara tenor 5 dan 15 tahun,” imbuh Deni. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN