Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian Keuangan Jakarta. Foto ilustrasi: kemenkeu.go.id

Gedung Kementerian Keuangan Jakarta. Foto ilustrasi: kemenkeu.go.id

Kemenkeu Pastikan Pengelolaan Anggaran Dikelola Secara Prudent Hingga Akhir Tahun

Kamis, 5 Desember 2019 | 12:31 WIB
Tryan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pengelolaan anggaran di tahun ini memiliki berbagai tantangan ketidakpastian global sehingga mempengaruhi penerimaan pajak menurun. Meski begitu dia memastikan pemerintah akan menyelesaikan anggaran tahun 2019 dengan prudent dan stabil untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Pajak akan mengalami kekurangan penerimaan, tapi tugas kami adalah menjaga anggaran. Kalau penerimaan pajak short, kami tangani dengan belanja," kata Suahasil dalam acara Mandiri Prioritas dan Mandiri Private di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Rabu, (4/12) malam.

Meski penerimaan negara sudah diprediksi mengalami penurunan, dia menegaskan pemerintah tidak akan melakukan pemotongan anggaran, dikarenakan belanja pemerintah dapat memberikan stimulus bagi perekonomian ditengah kondisi global yang tengah mengalami perlambatan.

Kendati begitu, pemerintah akan mengarahkan belanja di Kementerian dan Lembaga dipergunakan lebih selektif, produktif yang dapat memberikan stimulus bagi perekonomian.

Ditengah kondisi penerimaan yang lesu, pemerintah akan berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5%, namun juga berimbas kepada pelebaran pembiayaan dan defisit anggaran yang melebar. Akan tetapi dia menegaskan, utang merupakan alat untuk mencapai tujuan, maka penarikan utang dilakukan sebagai bentuk dukungan.

Dia pun tidak menampik tahun ini pemerintah memperlebar pembiayaan dan defisit anggaran yang semula direncanakan sebesar 1,84% menjadi 2,2% terhadap Produk Domestik Bruto. Dengan defisit yang diperlebar diharapkan bisa ikut menopang belanja negara sehingga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Kalau defisit lebar berarti utangnya nambah? Iya, kami akan ambil itu. Utang selalu sebagai alat, tujuan kami menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Sangat penting bagi kami untuk menjaga keseluruhan elemen APBN dan menggunakan utang untuk belanja produktif," jelas dia.

Untuk kondisi tahun depan, Suahasil memperkirakan perekonomian dunia masih memiliki tantangan berkaitan tensi perang dagang yang masih akan berlangsung. Untuk mengantisipasi kondisi global tahun depan, pemerintah memastikan pengelolaan anggaran akan dilakukan secara prudent.

"Tahun depan, perekonomian dunia akan tetap challenging, tensi dagang akan tetap berlangsung, Jepang belum pulih, Tiongkok tumbuh tapi rendah, India akan turun pertumbuhannya, maka itu anggaran akan tetap kami pakai sebagai alat menopang pertumbuhan tahun depan," jelas dia.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN