Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani memanen padi di desa Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petani memanen padi di desa Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Kemenkeu: Realisasi BLT Desa Baru Capai Rp 3,5 Triliun

Kamis, 10 Juni 2021 | 22:57 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan menyatakan realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa hingga Senin (7/6) baru mencapai Rp 3,5 triliun atau 24,65% dari target penyaluran. Sementara itu realisasi penyaluran dana desa baru mencapai Rp 23,3 triliun.

“Saya kira ini menjadi tugas yang sangat mendesak untuk segera diselesaikan, Artinya perlu dipercepat agar penyaluran BLT desa segera disalurkan,” ucap Direktur Dana Transfer Umum Kemenkeu Adriyanto dalam acara Kemenkeu Corpu Talk pada Kamis (10/6).

Adriyanto mengatakan seluruh aparat desa harus bergerak cepat untuk mempercepat permohonan penyaluran dana desa. Sebab ketika dana desa semakin cepat penyalurannya maka BLT desa juga semakin cepat disalurkan. Bila dana desa disalurkan dalam waktu lama maka akan mempengaruhi perekonomian daerah yang berujung pada perekonomian nasional. Pemerintah sedang mengupayakan penguatan ekonomi salah satunya lewat belanja. Penguatan  belanja bukan hanya melalui penambahan tetapi harus lebih cepat.

“Karena kalau tidak kita lakukan segera akan berdampak ke kecepatan pemulihan ekonomi secara nasional. Walaupun indikator secara nasional sudah menunjukan perbaikan ,kalau tidak dilakukan  kebijakan di daerah secara cepat akan mempengaruhi kecepatan pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Saat ini ada beberapa negara sudah memasuk tren pertumbuhan ekonomi positif, hal ini tentu akan berpengaruh ke kebijakan perekonomian global. Bila Indonesia tidak mendorong pertumbuhan ekonomi dari zona negatif maka akan tertinggal. Di tahun 2021 ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,5% sampai 5,3%. Belanja pemerintah menjadi salah satu andalan pemulihan ekonomi baik di APBD maupun melalui transfer ke daerah dan dana desa.

“Dalam hal ini termasuk BLT desa agar segera diajukan permohonannya dan disalurkan ke petani dan masyarakat desa.  Sehingga bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan mendorong perekonomian secara nasional,” kata Adriyanto.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN