Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (sumber: www.kemenkeu.go.id)

Kemenkeu Selidiki Kasus Penyelundupan Melalui Garuda Indonesia 

Arnoldus Kristianus, Selasa, 3 Desember 2019 | 23:24 WIB

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku tengah melakukan pemeriksaan terkait kasus penyelundupan yang terjadi melalui pesawat Garuda Indonesia. Sejauh ini, pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah pihak terkait baik dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai maupun pihak Garuda sendiri.

Direktur Jenderal  Bea dan Cukai Kemenkeu  Heru Pambudi mengatakan, pihaknya akan menuntaskan masalah sitaan dalam waktu dua hari sejak disitanya barang selundupan pada pertengahan November 2019. "Kami sedang melakukan investigasi yang mendalam bersama-sama. Nanti akan ada konferensi pers," ucap Heru ketika ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (3/12).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi dengan berbagai upaya terkait upaya tindak pidana penyelundupan. Terbaru, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerja sama dengan pihak Singapura untuk menekan tingkat penyelundupan antarkedua negara.

Namun, Menkeu mengakui, upaya penyelundupan masih tetap terjadi melalui berbagai cara. "Karena pekerjaan mereka ya memang menyelundupkan. Ketika kita meningkatkan kewaspadaan, mereka akan lebih canggih dari Direktorat Jenderal Pajak maupun Bea dan Cukai," ucap Sri Mulyani.

Ia mengatakan, selama ini praktik penylundupan dilakukan melalui berbagai cara, misalnya, melalui jasa titipan (jastip) dengan jumlah lebih kecil. Tetapi, metode ini sudah diantisipasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selain itu sejumlah pelaku usaha  yang melakukan jastip melakukan modus splitting untuk memasukkan barang ke Indonesia.

Splitting artinya pelaku membagi barang belanjaannya di satu rombongan agar tak menembus batas nilai maksimal pembebasan pajak yang sebesar US$ 500 per penumpang. "Oleh karena itu teman-teman di Bea dan Cukai sudah meningkatkan kerja sama dengan beberapa negara, terutama Singapura. Ini untuk menekan ruang penyelundupan juga," tutur Sri Mulyani.

Ia mengatakan, pihaknya  terus meningkatkan kewaspadaan terhadap barang penyelundupan ke Indonesia. Tetapi pelaku penyelundupan juga terus melakukan inovasi untuk memasukan barang secara ilegal. Banyak kebijakan dari pemerintah untuk mempermudah dunia usaha dalam hal bea dan cukai. Namun, masih saja ditemukan adanya penyelundupan meskipun pihak Bea dan Cukai sudah meningkatkan kewaspadaan.

“Kami selalu menghadapi permasalahan seperti ini di satu sisi menciptakan suatu sistem yang memberikan kemudahan, namun jugu ada pihak yang mempergunakan secara tidak baik. Ini yang menjadi pangkal kewaspadaan kami,” ucap Sri Mulyani.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA